PajakOnline | Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Barat membukukan capaian penerimaan bruto sebesar Rp59,08 triliun dan penerimaan neto sebesar Rp52,13 triliun atau 78,14% dari target APBN sebesar Rp66,72 triliun hingga 31 Oktober 2024. Pencapaian ini mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu sebesar 6,52%.
Berdasarkan jenis pajaknya, terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp24,05 triliun, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah sebesar Rp28,00 triliun, dan Pajak lainnya sebesar Rp81,27 miliar.
Empat sektor kegiatan usaha di Jakarta Barat yang memberi kontribusi dominan sebesar 75,86% terhadap realisasi penerimaan adalah sektor perdagangan sebesar Rp25,80 triliun (49,48%), sektor industri pengolahan sebesar Rp7,63 triliun (14,64%), sektor pengangkutan pergudangan sebesar Rp3,41 triliun (6,54%), dan sektor konstruksi sebesar Rp2,71 triliun (5,20%).
Dari sisi kepatuhan pelaporan SPT Tahunan, kinerja penerimaan SPT Tahunan Kanwil DJP Jakarta Barat sampai dengan 31 Oktober 2024 telah mencapai 88,87%, atau telah menerima 366.664 SPT Tahunan dari target sebanyak 412.582 SPT.
Kepala Kanwil DJP Jakarta Barat Farid Bachtiar mengharapkan doa, dukungan, dan kerja sama dari wajib pajak, masyarakat, dan seluruh pengampu kepentingan agar dapat selalu menjalin sinergi dan kolaborasi terbaik untuk mencapai target kinerja 2024.
Sementara itu, Forum Assets Liabilities Committee (ALCO) Regional DKI Jakarta mengadakan konferensi pers atas perkembangan data fiskal/ekonomi (APBN Kita/Kinerja dan Fakta) pada Kamis (28/11/2024).
Tujuan konferensi pers ini adalah pemaparan kinerja dan fakta atas pelaksanaan APBN Regional DKI Jakarta yang memberikan informasi lebih detil mengenai realisasi pelaksanaan APBN hingga akhir bulan Oktober 2024.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta Mei Ling menyampaikan dukungan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai Rp972,34 triliun. Dukungan fiskal ini memengaruhi makro ekonomi dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa indikator ekonomi mencatatkan pertumbuhan. Inflasi bulan Oktober 2024 mencapai 0,03%, mengalami pertumbuhan sebesar 4,93% (yoy), turun 0,01 poin dari triwulan III-2023. Secara kuartalan, bertumbuh sebesar 0,23% (q-to-q) dengan kenaikan sebesar 0,03 poin. Sisi produksi dan pengeluaran ekonomi Jakarta bertumbuh solid dan merata.
Tingkat partisipasi kerja meningkat seiring turunnya tingkat pengangguran. Kesejahteraan petani menurun seiring naiknya konsumsi dan turunnya produksi padi dan beras.
