TRENDING
Pengadilan Pajak ke MA Mulai 1 Januari 2027, Transisi Masuk Tahap FinalKanwil DJP Jatim II Serahkan Tersangka Pidana Pajak ke Kejari Sidoarjo, Kerugian Negara Rp996 JutaSebanyak 53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus 2026Uang Beredar Tembus Rp10.448,1 TriliunDPR dan Pemerintah Sepakati Target Penerimaan Pajak 2027 Rp2.593,35 TriliunRestitusi Pajak Rp191,82 Triliun hingga Agustus 2026, Turun 37 PersenPaola Hadir, Asisten Pribadi Solusi Masalah Pajak AndaPemerintah Siapkan Kuliah Gratis di PTN, Hitung UKT hingga Ruang Fiskal APBNMUI Usulkan Zakat Jadi Kredit PajakKurs Pajak Terbaru 23–29 September 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.707DJP Percepat Digitalisasi UMKM, Coretax Jadi Instrumen Pembinaan dan KepatuhanTiga Strategi Fiskal Perkuat APBN, Cek!Insentif Pajak 2026 Diproyeksikan Rp576,4 Triliun, TaxPayer Community: Sebagai Akselerator Ekonomi NasionalDedi Mulyadi: Berkat Pajak Masyarakat, Jutaan Siswa di Jabar Dapat Bantuan PendidikanTanamkan Karakter Sadar Pajak, Kanwil DJP Bali Perluas Inklusi Kesadaran Pajak ke Tingkat SMPSmart Business, Smart Tax: Naik Kelas Bersama Ekosistem Digital PajakOnlinePengadilan Pajak ke MA Mulai 1 Januari 2027, Transisi Masuk Tahap FinalKanwil DJP Jatim II Serahkan Tersangka Pidana Pajak ke Kejari Sidoarjo, Kerugian Negara Rp996 JutaSebanyak 53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus 2026Uang Beredar Tembus Rp10.448,1 TriliunDPR dan Pemerintah Sepakati Target Penerimaan Pajak 2027 Rp2.593,35 TriliunRestitusi Pajak Rp191,82 Triliun hingga Agustus 2026, Turun 37 PersenPaola Hadir, Asisten Pribadi Solusi Masalah Pajak AndaPemerintah Siapkan Kuliah Gratis di PTN, Hitung UKT hingga Ruang Fiskal APBNMUI Usulkan Zakat Jadi Kredit PajakKurs Pajak Terbaru 23–29 September 2026: Dolar AS Naik Jadi Rp17.707DJP Percepat Digitalisasi UMKM, Coretax Jadi Instrumen Pembinaan dan KepatuhanTiga Strategi Fiskal Perkuat APBN, Cek!Insentif Pajak 2026 Diproyeksikan Rp576,4 Triliun, TaxPayer Community: Sebagai Akselerator Ekonomi NasionalDedi Mulyadi: Berkat Pajak Masyarakat, Jutaan Siswa di Jabar Dapat Bantuan PendidikanTanamkan Karakter Sadar Pajak, Kanwil DJP Bali Perluas Inklusi Kesadaran Pajak ke Tingkat SMPSmart Business, Smart Tax: Naik Kelas Bersama Ekosistem Digital PajakOnline
PajakOnline
BerandaBerita Pajak
Kalkulator PajakHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Apindo: Stabilitas Kepastian Berusaha, Tingkatkan Produktivitas Perekonomian

Redaksi PajakOnline · 21 Jun 2025, 05.50 WIB · pajakonline.com

PajakOnline | Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyebutkan stabilitas kepastian berusaha akan meningkatkan produktivitas dan menumbuhkan perekonomian nasional.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan memberikan kepastian iklim berusaha,karena dunia usaha membutuhkan lebih dari sekadar stimulus ataupun insentif pajak.

Apindo menyampaikan kekhawatirannya terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2025 yang hanya mencapai 4,87%, berada di bawah ekspektasi 5%.

"Insentif dan stimulus yang diberikan pemerintah tentunya harus kita apresiasi, tetapi mungkin yang paling penting adalah kepastian (berusaha), ini sangat dibutuhkan," kata Shinta W Kamdani, dikutip Selasa (17/6/2025).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama seharusnya menjadi yang tertinggi sepanjang tahun karena didukung momentum musiman seperti Ramadhan, Lebaran, dan panen raya. Namun realitanya tidak sesuai harapan.

"Secara logika, pertumbuhan di kuartal I seharusnya menjadi yang tertinggi pada tahun ini, dan secara signifikan melampaui capaian pertumbuhan tahun lalu. Namun ini tidak terjadi," kata Shinta.

Menurut Shinta, pengusaha dan industri tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kebijakan yang kondusif dari pemerintah.

Apindo merekomendasikan peningkatan produktivitas ekonomi sebagai kunci utama mencapai target pertumbuhan. Shinta menilai produktivitas ekonomi Indonesia masih sangat rendah secara komparatif.

"Salah satu rekomendasi utama yang kami dorong adalah peningkatan produktivitas ekonomi. Nah, ini secara komparatif masih sangat rendah," tutur Shinta.

Meski pelaku usaha domestik tetap optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mendekati target, namun capaian awal tahun membuat Apindo was-was akan terjadinya perlambatan ekonomi pada kuartal-kuartal berikutnya.

Shinta juga mengingatkan adanya momentum libur sekolah pada pertengahan tahun yang dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha dan industri untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kreativitas.

Untuk itu, pemerintah dan stakeholders perlu segera mengantisipasi potensi perlambatan ekonomi dengan memberikan dukungan kebijakan yang tepat.
(Khairunisa Puspita Sari)

Apindo: Stabilitas Kepastian Berusaha, Tingkatkan Produktivitas Perekonomian | PajakOnline