PajakOnline.com—Isi video Aliansi Dokter Dunia tertanggal 10 Oktober 2020 sungguh mencengangkan. Mereka yang mengaku dokter terkemuka di negaranya ini menyangkal bahaya Covid-19.
[caption id="attachment_26431" align="alignright" width="233"]
M. Jamiluddin Ritonga
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul[/caption]
Mereka sepakat dan mengaku sebagai pihak pembawa kebenaran. Mereka mengklaim bahwa peristiwa Covid-19 itu tidak ada.
Pernyataan mereka sungguh kontradiksi. Bagi media, biasanya pernyataan seperti ini mempunyai nilai berita tinggi, sehingga akan beramai-ramai mengangkatnya menjadi berita utama.
Namun kenyataannya, media mainstream di Indonesia tidak ada yang mengangkat peristiwa tersebut secara berimbang. Di antara media itu tidak menelusuri lebih dalam dalam memberitakannya karena dinilai hoax.
Ironis memang, informasi tersebut oleh media secepatnya dinilai hoax, palsu. Padahal, belum ada konfirmasi langsung kepada Aliansi Dokter Dunia. Peluang konfirmasi untuk mewawancarai sangat terbuka mengingat para dokter itu secara terbuka membuka identitasnya di video tersebut.
Apalagi media sebagai pembawa kebenaran, idealnya secepatnya mengklarifikasi informasi tersebut. Sebab, informasi semacam itu juga banyak beredar dan diterima masyarakat sebagai kebenaran.
