PajakOnline.com—Penyebaran wabah corona atau Covid-19 turut memengaruhi kehidupan hewan di kebun binatang dan taman satwa.
Pengelola kebun binatang kesulitan memberi makan hewan karena tidak adanya pengunjung di masa penanganan corona dan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Padahal tiket pengunjung merupakan salah satu sumber utama pemasukan kebun binatang.
Manager Operasional Taman Satwa Cikembulan Rudi Arifin mengatakan, pengaruh dari tiket kunjungan itu sangat tinggi. "Hampir setiap kebun binatang saya kira bergantung pada pemasukan pengunjung," kata dia kepada wartawan. Dia memperkirakan bisa bertahan sampai Juni 2020. "Lewat dari itu, saya belum bisa menentukan," kata dia pasrah.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pemerintah menyiapkan stimulus khusus untuk pakan satwa di kebun binatang. Nantinya, ada subsidi khusus pakan binatang yang berasal dari refocusing anggaran.
“Tentang satwa, karena dia milik negara yang kami titipkan kepada LK, maka sudah diantisipasi sejak awal terkait masalah Covid-19, yaitu pada sisi kecukupan kesediaan pakan satwa. Selain itu antisipasi dan dengan identifikasi yang mendalam, kalau-kalau atau kita khawatirkan virus Covid-19 dapat menular kepada satwa liar. Untuk masalah pakan satwa ada subsidi pakan sebagaimana perintah re-focussing program dan anggaran. Itu yang dikelola Dirjen KSDAE dan sudah berjalan,” kata Siti yang kami kutip dari keterangan tertulis belum lama ini.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan keringangan pajak dan pembayaran cicilan. Hal ini sedang didiskusikan dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.
“Bagian ini menjadi otoritas lembaga yang lain seperti Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu, dan lain-lain. Yang kami lakukan ialah mengusulkan dan sudah bersama ikut membahas bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri termasuk di rapat-rapat terbatas kabinet di mana Bapak Presiden sangat concern. Tapi tentu yang lebih penting adalah pada tingkat implementasinya, masih harus diperkuat, harus dengan spesifikasi rinci untuk masuk dalam daftar atau list benefeciaries stimulus. Ini yang sedang kami upayakan sekarang,” katanya.