PajakOnline.com—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengubah sistem pemajakan bagi warga negara asing (WNA) yang bekerja di Indonesia atau kalangan ekspatriat dari worldwide system menjadi territorial.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerapan rezim pemajakan yang baru tersebut merupakan bagian dari perubahan UU Pajak Penghasilan (PPh) dalam klaster perpajakan UU Cipta Kerja (Ciptaker).
“Pengenaan PPh bagi WNA yang merupakan subjek pajak dalam negeri (SPDN) adalah berdasarkan penghasilan mereka yang berasal dari Indonesia. Jadi, kami tidak memajaki kalau dia punya pekerjaan atau sumber penghasilan di luar Indonesia,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Penjelasan UU Cipta Kerja pada Rabu sore (7/10/2020).
Menkeu Sri mengatakan, WNA yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan ditetapkan menjadi SPDN. Penentuan SPDN juga bisa dilakukan untuk WNA yang bertempat tinggal di Indonesia atau dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia.
Perubahan ini pemajakan bagi WNA dari sistem worldwide menjadi sistem territorial ini diatur dalam Pasal 4 ayat (1a), (1b), (1c), dan (1c) UU KUP. Beberapa ayat tersebut ada dalam klaster perpajakan dalam UU Cipta Kerja.
