PajakOnline.com—Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, Satgas PEN fokus pada 4 prioritas utama yakni, Pertama, perlindungan sosial. Kedua, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ketiga, program-program kementerian lembaga (K/L) dan Pemda. Dan Keempat, program-program yang membantu pembiayaan korporasi di masa pandemi.
“Pencairan program-program pemulihan ekonomi nasional cukup besar. Dari perlindungan sosial ada Rp9,9 triliun tambahan, paling besar di bantuan sosial tunai non-Jabodetabek dan juga di kartu Prakerja yang sudah berjalan kembali,” kata Budi Gunadi saat jumpa pers di Kantor Presiden, di Jakarta, belum lama ini.
Dari perlindungan sosial, Budi merinci, Program Keluarga Harapan (PKH) hingga saat ini telah membantu 10 juta keluarga, dengan penyerapan 71% atau Rp26,6 triliun dari pagu anggaran Rp37,4 triliun. Tumbuh 11% dibandingkan bulan Juli 2020.
Sementara itu, ada tambahan program yang menyasar sektor pelaku usaha mikro, yakni Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (BanPres Produktif) dengan DIPA anggaran Rp22 triliun dan target 9,1 juta pelaku usaha mikro tahun ini. Jika penyerapannya baik, target penerima bisa diperluas menjadi 12 juta usaha mikro dengan DIPA anggaran menjadi Rp28,8 triliun.
Pada sektor UMKM, yang sudah terealisasi antara lain berupa Penempatan Dana melalui perbankan yang telah tersalurkan ke 1,02 juta UMKM dengan realisasi 52,3% dari pagu anggaran Rp78,8 triliun. Subsidi Bunga terserap 6,12% dari alokasi dana Rp35,3 triliun, namun telah membantu 7,2 juta pelaku UMKM dengan subsidi total Rp2,2 triliun untuk total nilai pinjaman Rp277 triliun.
Budi menambahkan, skema pendataan BanPres Produktif akan mendukung transformasi UMKM Indonesia agar terdata, terhubung ke perbankan dan lembaga pembiayaan, hingga bisa masuk ke dalam ekosistem perbankan.
Dengan begitu, Budi berharap UMKM sebagai kekuatan ekonomi nasional Indonesia akan semakin kokoh dan lebih siap menghadapi krisis di masa depan.
Untuk Program Kartu Sembako telah membantu 20 juta keluarga, dengan penyerapan Rp26,3 triliun atau 60% dari anggaran Rp43,6 triliun, meningkat 13% dari bulan sebelumnya.
Di samping itu, Program Bansos Tunai dan Non Tunai telah membantu 10,9 juta keluarga, dengan penyerapan 62%, atau Rp24,2 triliun, dari alokasi anggaran Rp39,2 triliun.
Hingga bulan Agustus 2020, penyerapan program diperluas ke dua wilayah, yakni Rp20,7 triliun untuk Non Jabodetabek dan Rp3,5 triliun untuk Jabodetabek sehingga jika dibandingkan bulan sebelumnya terjadi peningkatan sebanyak 47%.
Program BLT Dana Desa, menurut Budi, sudah dirasakan manfaatnya oleh 8 juta keluarga, dengan penyerapan 30% atau Rp9,6 triliun dari pagu anggaran Rp31,8 triliun, tumbuh 19,7% dibandingkan bulan sebelumnya.
