TRENDING
Pemerintah Proyeksikan Tax Ratio 12,3% Tahun IniPemkot Cilegon Apresiasi Wajib PajakLayanan Pembayaran Pajak Buka 24 Jam Online di BanyuwangiPenerimaan Pajak Kanwil DJP Bali Capai Rp11,2 Triliun hingga Agustus 2026Kaltim Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan sampai 22 NovemberSKSP Masih Diajukan Manual di Pengadilan PajakPajak Transaksi Digital Luar Negeri Masuk Tahap Akhir, SPP TDLN Segera Go LivePajak Ekonomi Digital Tembus Rp57,23 TriliunDJP Perketat Restitusi, Sektor Berisiko Tinggi Jadi PerhatianRestitusi Pajak Turun 37 Persen, DJP Cairkan Rp191,82 TriliunPenerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 24,1%Pajak Marketplace Mulai 1 November 2026, Seller Bersiap Dipungut PPh 22 Sebesar 0,5 PersenMenkeu Suahasil Tegaskan Restitusi yang Menjadi Hak Wajib Pajak Tetap DicairkanPengadilan Pajak ke MA Mulai 1 Januari 2027, Transisi Masuk Tahap FinalKanwil DJP Jatim II Serahkan Tersangka Pidana Pajak ke Kejari Sidoarjo, Kerugian Negara Rp996 JutaSebanyak 53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus 2026Pemerintah Proyeksikan Tax Ratio 12,3% Tahun IniPemkot Cilegon Apresiasi Wajib PajakLayanan Pembayaran Pajak Buka 24 Jam Online di BanyuwangiPenerimaan Pajak Kanwil DJP Bali Capai Rp11,2 Triliun hingga Agustus 2026Kaltim Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan sampai 22 NovemberSKSP Masih Diajukan Manual di Pengadilan PajakPajak Transaksi Digital Luar Negeri Masuk Tahap Akhir, SPP TDLN Segera Go LivePajak Ekonomi Digital Tembus Rp57,23 TriliunDJP Perketat Restitusi, Sektor Berisiko Tinggi Jadi PerhatianRestitusi Pajak Turun 37 Persen, DJP Cairkan Rp191,82 TriliunPenerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 24,1%Pajak Marketplace Mulai 1 November 2026, Seller Bersiap Dipungut PPh 22 Sebesar 0,5 PersenMenkeu Suahasil Tegaskan Restitusi yang Menjadi Hak Wajib Pajak Tetap DicairkanPengadilan Pajak ke MA Mulai 1 Januari 2027, Transisi Masuk Tahap FinalKanwil DJP Jatim II Serahkan Tersangka Pidana Pajak ke Kejari Sidoarjo, Kerugian Negara Rp996 JutaSebanyak 53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus 2026
PajakOnline
BerandaBerita Pajak
Kalkulator PajakHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Kanwil DJP Jaksel II Serahkan Tersangka Pengemplang Pajak ke Kejari

Redaksi PajakOnline · 13 Jun 2025, 03.15 WIB · pajakonline.com

PajakOnline | Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Selatan (Jaksel) II menyerahkan tersangka tindak pidana perpajakan korporasi berinisial BS dan PM dan barang buktinya ke ke Kejari Jaksel.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan (Jaksel) kemudian menahan tersangka karena sengaja mengisi sekaligus menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan tidak benar, sehingga merugikan negara sebesar Rp8.243.999.272. Atas perbuatan itu, kedua tersangka mendapat ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda sebesar 300 persen.

Kanwil DJP Jaksel II menginformasikan bahwa tersangka BS merupakan Direktur PT TE— perusahaan di bidang jasa instalasi telekomunikasi elektronik. Sedangkan PM adalah Direktur Keuangan PT TE. Kedua tersangka melakukan tindak pidana perpajakan berupa dengan sengaja menyampaikan SPT Masa PPN April 2018 dan Desember 2018 yang isinya tidak benar. Wajib Pajak melaporkan nominal kompensasi kelebihan pembayaran pajak masa sebelumnya dengan angka fiktif.

PPNS Kanwil DJP Jaksel II melakukan penyidikan sejak 13 Maret 2024, kemudian berkas perkara mendapatkan P21 dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) pada 28 Februari 2025. Berdasarkan fakta dan analisa yuridis, tersangka melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf c dan/atau huruf i Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU KUP).

Kepala Kanwil DJP Jaksel II Neilmaldrin Noor menyampaikan kasus pidana pajak yang membidik tersangka korporasi menimbulkan konsekuensi hukum lainnya, seperti dilakukannya penyitaan aset pengurus korporasi sebagai jaminan atas pemulihan kerugian negara.

“Upaya pemidanaan tersangka BS dan PM merupakan upaya terakhir dalam membina Wajib Pajak. Sebelum memulai upaya penegakan hukum, DJP telah beberapa kali melakukan imbauan untuk melakukan pembetulan SPT, bahkan menyampaikan pengungkapan ketidakbenaran perbuatan sesuai Pasal 8 Undang-Undang KUP, tetapi tersangka mengabaikannya,” kata Neil dalam keterangannya, dikutip hari ini.

Neil menegaskan, DJP akan terus menangani setiap tindak pidana di bidang perpajakan bersama para aparat penegak hukum lainnya. Upaya ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan efek gentar kepada calon pelaku.