PajakOnline.com—Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen melalui PMSE (Pelaku Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) sebagai pemungut pajak tersebut.
Layanan platform digital berbayar seperti video streaming, musik, games kena PPN yang berlaku efektif per 1 Agustus 2020. Di antaranya, Netflix.
"Seperti telah diinformasikan di media, Pemerintah Indonesia akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada layanan digital, termasuk Netflix, mulai 1 Agustus 2020," kata juru bicara Netflix.
Mengutip keterangan resmi Netflix, berikut biaya berlangganan baru yang sudah dikenakan PPN 10 persen:
- Paket Ponsel yang semula Rp 49 ribu menjadi Rp 54 ribu/bulan
- Paket Dasar yang semula Rp 109 ribu menjadi Rp 120 ribu/bulan
- Paket Standar yang semula Rp 139 ribu menjadi Rp 153 ribu/bulan
- Paket Premium yang semula Rp 169 ribu menjadi Rp 186 ribu/bulan
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama menyebutkan, terdapat enam pelaku usaha yang memenuhi kriteria sebagai pemungut PPN atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia. Ke depan, para pemungut PPN (PMSE) ini jumlahnya bisa saja bertambah.
Enam pelaku usaha yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan sebagai pemungut PPN pada gelombang pertama ini adalah:
