Jakarta, PajakOnline – Ketua Dewan Pembina Tax Payer Community Arfan mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat budaya kepatuhan pajak sebagai fondasi pembangunan nasional. Setiap uang pajak yang dibayarkan wajib pajak menjadi sumber pembiayaan berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, hingga pertahanan negara.
“Pajak adalah investasi sosial yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Jangan lagi melihat pajak sebagai beban, tetapi sebagai investasi bersama bagi masa depan bangsa,” kata Arfan saat menyampaikan Pidato Sambutan dalam Tax Payer Conference 2026 yang dirangkai dengan Seminar Nasional bertema “Pajak Adil Data Akurat, Kepatuhan Tumbuh Indonesia Berkah” pada Rabu, 15 Juli 2026 di Swiss-Belhotel, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Pajak Nasional dan Hari Ulang Tahun Ke-20 PajakOnline (2006–2026).
Di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan, Arfan menilai Indonesia membutuhkan fondasi fiskal yang kuat melalui penerimaan pajak yang sehat dan berkelanjutan. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang terus menjalankan reformasi perpajakan melalui penyederhanaan regulasi, teknologi digitalisasi dan peningkatan kualitas pelayanan.
Arfan menyebutkan, Keberhasilan reformasi perpajakan ditentukan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Ia mengapresiasi berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan pemerintah, mulai dari penyempurnaan regulasi, digitalisasi administrasi perpajakan, hingga peningkatan kualitas pelayanan. Namun, menurutnya, kemajuan tersebut belum akan memberikan dampak maksimal apabila belum diikuti meningkatnya kepercayaan publik.

“Reformasi pajak tidak hanya ditentukan oleh regulasi atau teknologi. Yang paling menentukan adalah kepercayaan antara pembayar pajak dan pemerintah,” kata Arfan.
Arfan menjelaskan, kepercayaan akan tumbuh ketika masyarakat merasakan bahwa pajak yang dibayarkan benar-benar kembali dalam bentuk pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, dan program perlindungan sosial.
Arfan mengungkapkan, kepatuhan pajak yang paling kuat lahir dari kesadaran, bukan semata karena ancaman sanksi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pajak tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional.
Baca Juga:
Tax Payer Conference 2026, Pajak Adil Data Akurat, Kepatuhan Tumbuh Indonesia Berkah

































