PajakOnline.com—Bea Cukai merupakan 2 hal yang berbeda.Yang dimaksud dengan Bea adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah atas barang-barang yang diekspor dan diimpor. Sedangkan Cukai merupakan pungutan pemerintah atas barang-barang tertentu yang sifanya telah diatur dalam Undang-Undang Cukai.
Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang No 11 Tahun 1995 s.t.d.t.d Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai (UU Cukai), Cukai dikenakan terhadap Barang Kena Cukai (BKC) yang terdiri atas etil alkohol atau etano, minuman yang mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau. Namun, tidak semua BKC atas komoditas tersebut dipungut Cukai.
Pada dasarnya, secara umum terdapat 4 karakter atau jenis cukai yang mendasar berdasarkan pasal tersebut, di antaranya:
1. Konsumsinya perlu dikendalikan.
2. Peredarannya perlu diawasi.
3. Pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup.
4. Pemakaiannya perlu pembebanan pungutan demi keadilan dan keseimbangan.
Adapun barang yang tidak dipungut Cukai telah diatur dalam Pasal 8 Ayat (1) dan (2) UU Cukai juncto Peraturan Menteri Keuangan No. 59/PMK.04/2017 tentang Tidak Dipungut Cukai (PMK 59/2017).
Berdasarkan Pasal 8 Ayat (1) dan (2) UU Cukai, terdapat beberapa barang yang tidak dipungut Cukai, di antaranya adalah:
1. Tembakau iris atau minuman mengandung etil alkohol yang dibuat secara sederhana.
2. Barang kena Cukai diangkut terus atau diangkut lanjut dengan tujuan luar daerah pabean (Indonesia).
3. Barang kena Cukai yang diekspor.
4. Barang kena Cukai dimasukkan ke dalam pabrik atau tempat penyimpanan.
5. Barang kena Cukai yang digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang hasil akhir yang merupakan barang kena Cukai.
6. Barang kena Cukai yang musnah atau rusak sebelum dikeluarkan dari pabrik/tempat penyimpanan/tempat penimbunan sementara
7. Tidak dipungut Cukai lainnya. (Atania Salsabila)

































