TRENDING
Suahasil Rombak Eselon I Kemenkeu, Lima Pejabat Baru DilantikDiskon Biaya Admin Marketplace Minimal 50% Berlaku Permanen, UMKM Produk Lokal Wajib Daftar SAPA UMKMPemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi, Investasi Capai Rp1.539 Triliun hingga September 2026Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28%, Harga Pangan Melonjak Daya Beli Masyarakat TurunHarga Minyak Dunia Tembus USD113 per Barel, Risiko Beban Subsidi Energi dan Biaya Logistik MembesarTransaksi Digital Tembus 18,09 Miliar, QRIS Tumbuh 75,80%, Peluang Ekonomi Digital MeluasPenerimaan Bea dan Cukai Capai Rp240,1 Triliun hingga September 2026Wamenkeu Minta Bea Cukai Tak Hambat Arus BarangDJP Temukan Potensi Transaksi Digital Luar Negeri Rp10 Triliun, PPN Diperkirakan Rp1,1 TriliunPajak Marketplace 0,5% Mulai Dipungut, Pedagang Online Wajib Periksa Data dan Surat PernyataanDJP Pantau Penerimaan Pajak Setiap Pekan, Kejar Target Rp750,1 Triliun hingga Akhir 2026Pemerintah Perpanjang DP 0% Rumah dan Kendaraan hingga Akhir 2027, Perhatikan SyaratnyaKanwil DJP Jakbar Dorong Wajib Pajak Manfaatkan PSA: Pengurangan Sanksi hingga 100%Tiket Pesawat Nataru Bebas PPN, Cek!Telkom Percepat Perampingan Anak Usaha, Fokuskan Portofolio pada Bisnis IntiPresiden Prabowo Sampaikan Pesan Ini dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun PemerintahannyaSuahasil Rombak Eselon I Kemenkeu, Lima Pejabat Baru DilantikDiskon Biaya Admin Marketplace Minimal 50% Berlaku Permanen, UMKM Produk Lokal Wajib Daftar SAPA UMKMPemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi, Investasi Capai Rp1.539 Triliun hingga September 2026Inflasi September 2026 Naik Jadi 3,28%, Harga Pangan Melonjak Daya Beli Masyarakat TurunHarga Minyak Dunia Tembus USD113 per Barel, Risiko Beban Subsidi Energi dan Biaya Logistik MembesarTransaksi Digital Tembus 18,09 Miliar, QRIS Tumbuh 75,80%, Peluang Ekonomi Digital MeluasPenerimaan Bea dan Cukai Capai Rp240,1 Triliun hingga September 2026Wamenkeu Minta Bea Cukai Tak Hambat Arus BarangDJP Temukan Potensi Transaksi Digital Luar Negeri Rp10 Triliun, PPN Diperkirakan Rp1,1 TriliunPajak Marketplace 0,5% Mulai Dipungut, Pedagang Online Wajib Periksa Data dan Surat PernyataanDJP Pantau Penerimaan Pajak Setiap Pekan, Kejar Target Rp750,1 Triliun hingga Akhir 2026Pemerintah Perpanjang DP 0% Rumah dan Kendaraan hingga Akhir 2027, Perhatikan SyaratnyaKanwil DJP Jakbar Dorong Wajib Pajak Manfaatkan PSA: Pengurangan Sanksi hingga 100%Tiket Pesawat Nataru Bebas PPN, Cek!Telkom Percepat Perampingan Anak Usaha, Fokuskan Portofolio pada Bisnis IntiPresiden Prabowo Sampaikan Pesan Ini dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahannya
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Otomotif

Bebas Pajak Mobil Baru Ditolak, Gaikindo Revisi Target Penjualan

· ·

Bebas Pajak Mobil Baru Ditolak, Gaikindo Revisi Target Penjualan

PajakOnline.com—Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia merevisi target penjualan otomotif pada tahun ini, setelah usulan pajak mobil baru nol persen yang bertujuan mendongkrak penjualan domestik ditolak pemerintah.

Sekretaris Gaikindo Kukuh Kumara menuturkan target penjualan yang sebelumnya ditetapkan di angka 600.000 unit hingga akhir tahun 2020 dipastikan meleset.

“Melihat situasi saat ini, sulit rasanya mencapai 600.000 unit. Saat ini sudah memasuki November, saya kira penjualan di angka 525.000 unit,” ungkap Kukuh dalam diskusi virtual pada Kamis (12/11/2020).

Gaikindo sebelumnya memprediksi bahwa pasar otomotif Indonesia akan terkoreksi lebih dari 40 persen dibandingkan dengan tahun lalu atau hanya menyentuh angka penjualan sebanyak 600.000 unit.

Namun, jika melihat realisasi penjualan hingga September 2020, target tersebut terasa sulit tercapai. Penjualan ritel kendaraan roda empat atau lebih di Indonesia baru menyentuh angka 407.396 unit pada September.

Sementara itu, target baru penjualan di angka 525.000 unit memosisikan penurunan sebesar 50 persen dari pencapaian tahun lalu, yang mencapai 1,032 juta unit.

Gaikindo juga memproyeksikan produksi mobil dalam negeri hanya mencapai 775.000 unit pada tahun ini. Adapun, produksi mobil baru pada 2019 mencapai 1,289 juta unit.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menuturkan bahwa dampak dari Covid-19 membuat daya beli masyarakat menurun sehingga membuat kinerja sektor otomotif melambat.

“Meskipun ada insentif atau diskon, masyarakat saat ini lebih menahan belanja. Mereka lebih berhati-hati dalam belanja karena melihat kondisi ekonomi,” tuturnya.

Berita lainnya di Otomotif