PajakOnline | Pemkab Lombok Timur berharap rapat koordinasi (rakor) dengan para pengusaha jasa wisata dapat mendorong kesadaran dan kepatuhan pajak pelaku usaha sektor pariwisata. Kepatuhan pajak tersebut memegang peran penting dalam kemajuan Lombok Timur secara menyeluruh.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menekan angka kemiskinan melalui berbagai strategi, salah satunya meningkatkan kepatuhan pajak. Upaya tersebut dilakukan melalui gelaran rakor dengan para pengusaha jasa wisata di Kabupaten Lombok Timur.
“Sektor ini punya potensi besar untuk menyumbang PAD. Tapi sayangnya, dari sekitar 175 pengusaha restoran, hanya 13 yang telah menyetorkan pajaknya. Ini sangat jauh dari harapan,” ujar Haerul, dikutip pada Senin (9/6/2025).
Haerul mencontohkan kesuksesan pemda dalam meningkatkan penerimaan daerah dari pertambangan pasir. Penerimaan daerah dari sektor tambang sebelumnya hanya Rp7 juta – Rp9 juta per hari, namun selepas dilakukan penertiban dan dialog dengan para pengusaha tambang, penerimaan naik menjadi lebih dari Rp31 juta per hari.
“Ini bukti bahwa bila duduk bersama maka membangun pemahaman dan kepatuhan bisa memberikan hasil yang luar biasa. Kami harap semangat ini juga bisa diterapkan di sektor wisata,” ujarnya.
Haerul juga menekankan pembangunan infrastruktur di Lombok Timur memerlukan anggaran besar untuk memperbaiki jalan, irigasi, hingga penanganan bencana, sehingga pemda membutuhkan dukungan melalui pajak. Pajak yang dibayarkan pelaku usaha pada dasarnya akan kembali dalam bentuk pembangunan fasilitas publik yang juga akan mendukung kelangsungan bisnis sektor pariwisata.
Rakor tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemda dan pelaku usaha guna mendorong pembangunan daerah, khususnya pariwisata. Haerul mengajak seluruh pelaku usaha wisata untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan Lombok Timur sesuai visi daerah menuju Lombok Timur yang Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan (SMART).
“Bagaimana cara kita bersama, Bapak Ibu sekalian yang berbisnis dan mencari mata pencarian, untuk sama-sama kita membangun Lotim,” tuturnya.
(Khairunisa Puspita Sari)

































