Jakarta, PajakOnline — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan bahwa kegiatan Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (P2DK) yang tidak menemukan indikasi ketidakpatuhan wajib pajak akan diakhiri dengan penerbitan Surat Pemberitahuan Perkembangan Pelaksanaan P2DK (SP3 P2DK).
Ketentuan tersebut ditegaskan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-8/PJ/2026 yang menjadi pedoman pelaksanaan pengawasan perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 111 Tahun 2025.
Berdasarkan aturan tersebut, SP3 P2DK diterbitkan apabila hasil pelaksanaan P2DK menunjukkan tidak terdapat modus ketidakpatuhan perpajakan. Selain itu, surat tersebut juga diterbitkan ketika wajib pajak telah memberikan penjelasan yang dapat diterima atau telah melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan (SPT) sesuai hasil penelitian DJP.
Penerbitan SP3 P2DK menjadi penanda bahwa proses pengawasan melalui P2DK telah selesai sehingga memberikan kepastian administrasi bagi wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya dalam memberikan klarifikasi atau melakukan pembetulan sesuai ketentuan.
