PajakOnline.com—Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H. Maming menyatakan, sudah banyak kebijakan pemerintah yang sudah dijalankan, seperti memberikan stimulus fiskal. Namun, dia meminta implementasi di lapangan dapat dijalankan dengan benar.
"Kadang-kadang biasanya program pemerintahan sudah bagus tapi implementasi untuk menjalankan di bawahnya kadang-kadang tidak sesuai dengan program yang diinginkan," ungkap Maming dalam keterangan tertulis yang kami kutip hari ini Rabu (15/7/2020).
Maming mencontohkan, salah satunya keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan fasilitas pinjaman bank di bawah Rp 10 miliar. Beberapa data dari 34 provinsi, baru 20% pelaku UMKM dari Hipmi yang mendapatkan stimulus dari bank-bank, yang sesuai dengan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus perekonomian sebagai kebijakan Countercyclical.
Yang menjadi masalah adalah UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini. Menurut dia, fungsi aturan pemerintah yang betul-betul menjalankan bagaimana pinjaman bank dan juga insentif pajak yang diberikan pemerintah, sehingga dapat dimanfaatkan UMKM. "Kalau UMKM-nya dibantu maka pengangguran akan juga berkurang," kata dia.
Hal yang menjadi penting sekarang ketika perusahaan mem-PHK-kan karena pandemi Covid-19 bukan perusahaannya yang tidak bagus, karena pandemi inilah pendapatan perusahaannya menjadi anjlok, sehingga pihak perusahaan harus merumahkan para karyawannya.
