PajakOnline.com—APBN 2021 diharapkan dapat tetap terjaga dengan target defisit anggaran sebesar 5,7 persen PDB, seiring berlanjutnya upaya penanganan Covid-19 dan PEN. Defisit APBN dan Keseimbangan Primer sampai dengan akhir Mei 2021 mencapai Rp219,3 triliun dan Rp67,6 trliun.
Pembiayaan utang masih terjaga di tengah meredanya tekanan pasar keuangan, meski demikian volatilitas ke depan masih perlu diwaspadai. Sampai dengan akhir Mei 2021, realisasi pembiayaan utang tercapai sebesar Rp330,1 triliun atau 28,0 persen, terdiri dari realisasi SBN (Neto) sebesar Rp348,0 triliun dan realisasi Pinjaman (Neto) sebesar negatif Rp17,9 triliun, sementara kontribusi Bank Indonesia sesuai dengan SKB I mencapai Rp116,26 triliun. Seiring kondisi pasar SBN yang membaik, sejak bulan Mei penerbitan SBN melalui GSO tidak dilakukan.
Sementara itu, setelah sukses menerbitkan Global Bond di awal tahun, pada bulan Mei 2021 Pemerintah kembali menerbitkan Samurai Bond yang berhasil memperoleh spread terhadap Yen Swap dan kupon terendah untuk seluruh tenor dalam sejarah penerbitan Samurai Bonds oleh Pemerintah Indonesia tanpa JBIC guarantee.
Selanjutnya, disusul keberhasilan penerbitan Sukuk Global pada bulan Juni 2021, di mana untuk tenor 30 tahun menjadi Green Sukuk terpanjang yang pernah diterbitkan di pasar global, sekaligus mencatatkan pertumbuhan minat green investor dari yang semula 34 persen pada tahun 2020 menjadi 57 persen dari total investor Global Sukuk pada tahun 2021.
