Jakarta, PajakOnline - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan implementasi pemungutan pajak melalui platform marketplace mulai berlaku pada Juli 2026. Pemerintah saat ini tengah menyelesaikan tahap akhir persiapan dengan melibatkan pelaku industri digital guna memastikan proses transisi berjalan lancar.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto mengatakan seluruh perangkat regulasi yang diperlukan telah tersedia dan pelaksanaannya telah memperoleh dukungan dari Menteri Keuangan serta Komisi XI DPR RI.
Menurut Bimo, pemerintah menargetkan kebijakan tersebut dapat mulai dijalankan pada Juli tahun ini. Kebijakan tersebut bukan merupakan pengenaan jenis pajak baru.
Pemerintah akan menunjuk penyelenggara marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5% atas peredaran bruto pedagang dalam negeri yang bertransaksi melalui platform digital, sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025.
Bimo menegaskan tujuan utama kebijakan ini adalah menciptakan persaingan usaha yang lebih setara antara pedagang daring dan pedagang luring (level playing field).
“Harusnya mereka lebih siap juga, karena ini untuk level playing field, keadilan antara yang offline sama yang online,” kata Bimo.
