TRENDING
DJP Sosialisasikan PMK 71/2026, Tata Cara Keberatan dan Pengurangan Sanksi Pajak DiperbaruiPenerimaan Pajak Minimum Global Masih Terbatas, DJP Evaluasi Strategi Pemajakan Perusahaan MultinasionalEkonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Kuartal III 2026, Lampaui Sejumlah Negara G20Pemerintah Evaluasi Tax Holiday, Insentif Investasi Asing Disesuaikan dengan Pajak Minimum GlobalKemenkeu Kaji Tiga Alternatif Insentif Investasi di Tengah Pajak Minimum Global 15 PersenDari Komitmen Menuju Aksi: Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi IklimTujuh Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan November 2026, Ada Penghapusan Tunggakan hingga Diskon 50 PersenDJP dan Menteri UMKM Luruskan Pernyataan Hashim soal Perluasan Pajak, Warteg hingga Tukang Pijat Tetap Bebas PPhPemerintah Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4–5,5 Persen pada 2026, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangDJP dan Kejaksaan Hentikan Penuntutan Pidana Pajak melalui Denda Damai Rp533,49 JutaEmpat Marketplace Mulai Pungut PPh Pasal 22 Sebesar 0,5 Persen, Pedagang Online Wajib Perhatikan OmzetUngkap Motif dan Aktor Intelektual Penyadapan PresidenPemerintah Masih Kaji Pajak Digital QRISIndonesia Perkuat Pertukaran Data Pajak Global, DJP Siap Akses Informasi Perusahaan Multinasional Mulai Tahun DepanDJP Tunjuk Tiga Pemungut PPN PMSE BaruDJP Siapkan Penambahan Pemungut PPN Digital Luar Negeri, Enam Lembaga Keuangan Sudah DitunjukDJP Sosialisasikan PMK 71/2026, Tata Cara Keberatan dan Pengurangan Sanksi Pajak DiperbaruiPenerimaan Pajak Minimum Global Masih Terbatas, DJP Evaluasi Strategi Pemajakan Perusahaan MultinasionalEkonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Kuartal III 2026, Lampaui Sejumlah Negara G20Pemerintah Evaluasi Tax Holiday, Insentif Investasi Asing Disesuaikan dengan Pajak Minimum GlobalKemenkeu Kaji Tiga Alternatif Insentif Investasi di Tengah Pajak Minimum Global 15 PersenDari Komitmen Menuju Aksi: Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi IklimTujuh Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan November 2026, Ada Penghapusan Tunggakan hingga Diskon 50 PersenDJP dan Menteri UMKM Luruskan Pernyataan Hashim soal Perluasan Pajak, Warteg hingga Tukang Pijat Tetap Bebas PPhPemerintah Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4–5,5 Persen pada 2026, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangDJP dan Kejaksaan Hentikan Penuntutan Pidana Pajak melalui Denda Damai Rp533,49 JutaEmpat Marketplace Mulai Pungut PPh Pasal 22 Sebesar 0,5 Persen, Pedagang Online Wajib Perhatikan OmzetUngkap Motif dan Aktor Intelektual Penyadapan PresidenPemerintah Masih Kaji Pajak Digital QRISIndonesia Perkuat Pertukaran Data Pajak Global, DJP Siap Akses Informasi Perusahaan Multinasional Mulai Tahun DepanDJP Tunjuk Tiga Pemungut PPN PMSE BaruDJP Siapkan Penambahan Pemungut PPN Digital Luar Negeri, Enam Lembaga Keuangan Sudah Ditunjuk
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Pemerintah Tunda Kenaikan PPN 12 Persen

· ·

Pemerintah Tunda Kenaikan PPN 12 Persen

Jakarta, PajakOnline - Pemerintah memastikan belum memberlakukan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen secara menyeluruh pada 2026.

Kebijakan fiskal saat ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), tarif PPN direncanakan naik menjadi 12 persen.

Namun pemerintah menerapkan skema khusus sehingga tarif efektif yang berlaku untuk mayoritas barang dan jasa tetap berada di kisaran 11 persen.

Kenaikan penuh PPN 12 persen hanya dikenakan terhadap barang dan jasa mewah yang sebelumnya telah masuk kategori Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), seperti jet pribadi, yacht, dan hunian supermewah.

Pemerintah menilai kebijakan tersebut diperlukan agar konsumsi rumah tangga dan aktivitas usaha tidak terganggu.

Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat tetap memperoleh fasilitas pembebasan PPN atau tarif 0 persen, termasuk beras, daging, ikan, telur, jasa pendidikan, jasa kesehatan, dan angkutan umum.

Dalam rapat kerja bersama DPR pada awal 2026, pemerintah juga menyampaikan bahwa sejumlah rencana perluasan pajak baru, seperti pajak karbon dan cukai minuman berpemanis dalam kemasan, masih ditunda sementara.

Kebijakan itu diambil karena pemerintah ingin memastikan pemulihan ekonomi berjalan stabil dan tidak menambah tekanan terhadap masyarakat maupun dunia usaha.

Meski kenaikan PPN umum tidak diterapkan, penerimaan negara dari sektor PPN tetap tumbuh positif. Pemerintah menyebut peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi dan optimalisasi administrasi perpajakan.

Kebijakan penyesuaian PPN sebelumnya sempat memicu pro dan kontra dari pelaku usaha, ekonom, hingga masyarakat. Banyak pihak meminta pemerintah menunda kenaikan tarif demi menjaga konsumsi domestik dan daya saing industri nasional.

Berita lainnya di Headlines