PajakOnline.com—Laporan perubahan modal adalah relevansi antara saldo awal dan saldo akhir dari modal atau ekuitas pemegang saham. Ini menjadi jenis laporan keuangan yang isinya rangkuman transaksi berhubungan dengan ekuitas pemegang saham pada periode akuntansi tertentu.
Kemudian laporan perubahan modal sebagai akuntansi keuangan, bukan akuntansi manajemen, karena pemakaiannya untuk pihak eksternal.
Pergerakan laba ditahan, sementara cadangan lain dan perubahan modal saham yaitu penerbitan saham baru dan pembayaran dividen dicatat pada laporan ini.
Laporan perubahan modal juga diartikan sebagai laporan keuangan dasar yang mengaitkan antara saldo awal dan saldo akhir. Dari kedua saldo itu menjadi daftar aktivitas yang dipengaruhi aku modal (ekuitas) pada periode pelaporan keuangan.
Adanya laporan perubahan modal ini penting untuk perusahaan. Karena terdapat informasi didalamnya memberikan gambaran kepada pemegang saham mengenai pergerakan ekuitas pada perusahaan tersebut.
Tujuan Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal berisikan informasi tentang perbedaan antara aset dan kewajiban dalam satu periode akuntansi ke periode berikutnya.
Pastinya akan memudahkan untuk mengetahui pergerakan ekuitas pada perusahaan. Informasi ini bisa didapatkan dari laporan neraca. Tetapi, ini tidak memberikan rincian mengenai perubahan yang sudah terjadi pada ekuitas.
Dengan tujuan ini, laporan perubahan ekuitas perlu dibuat.
Laporan perubahan modal juga memiliki tujuan lain yaitu untuk memberikan informasi yang lebih jelas untuk para pemegang saham tentang strategi investasi mereka.
Ini bisa dipakai saat mengidentifikasi nilai nominal saham biasa atau treasury, memperjelas laba ditahan dan memperkuat kepercayaan investor pada perusahaan.
Tidak hanya itu, adanya laporan ini bisa membantu pemegang saham melihat apa yang mempengaruhi keuntungan atau kerugian ekuitas pada periode akuntansi.
Kemudian, dengan laporan ini juga agar para analis dan pembaca laporan keuangan lainnya mudah memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan modal ekuitas.
Pernyataan perubahan ekuitas umumnya meliputi:
– Net profit atau net loss
– Pembelian saham treasury
– hasil dari penjualan saham
– Pembayaran dividen
– Pengaruh perubahan nilai wajar pada aset
– Efek koreksi kesalahan pada periode akuntansi sebelumnya.
Terdapat beberapa komponen pada Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)
Perubahan ekuitas biasanya merangkum perubahan komponen ekuitas yang meliputi:
1. Saldo awal, yaitu saldo akhir dari laporan ekuitas pemegang saham pada periode sebelumnya. Seluruh penambahan dan pengurangan selanjutnya dilakukan pada saldo awal laporan ekuitas.
2.Pendapatan Bersih, yaitu pendapatan bisnis sesudah semua operasi, dari pengeluaran non-operasional yang dikurangkan pada periode akuntansi. Nilai pendapatan bersih dapat diperoleh dari laporan laba rugi yang dihasilkan sesudah pencatatan keuangan.
3.Pendapatan Lainnya, pada laporan perubahan ekuitas turut mencatat semua uang tambahan yang diterima perusahaan yang tidak dicatat pada laporan laba rugi.
4. Penerbitan Saham Baru, jumlah yang dicatat ke ekuitas pemegangan saham total yaitu saat saham baru diterbitkan dan saat terjadi peningkatan ekuitas pemegang saham.
5. Kerugian Bersih, yaitu kerugian yang terjadi dalam perusahaan sebagai akibat dari kegiatannya pada tahun anggaran.
6. Kerugian Lainnya, sama dengan pendapatan lainnya, biaya atau kerugian yang perusahaan keluarkan namun tidak diakui pada laporan laba rugi harus dicatat pada laporan ekuitas.
7. Dividen, yaitu pembagian laba pada periode pelaporan
8. Penarikan Modal, dalam keadaan saham sudah ditebus, jumlahnya secara langsung dikurangi dari laporan ekuitas pemegang saham karena mengurangi ekuitas perusahaan secara menyeluruh.
Rumus Penghitungan Perubahan Modal
Dalam rumus laporan perubahan modal meliputi saldo awal dan akhir ekuitas, net profit, dividen, serta perubahan lainnya.
Rumusnya yaitu:
Saldo Akhir Ekuitas = Saldo Awal Ekuitas + Net Profit – Dividen +/- Perubahan Lainnya
(Ridho Rizqullah Zulkarnain)































