PajakOnline.com—Realisasi Belanja Negara sampai dengan 31 Maret 2021 mencapai Rp523,0 triliun atau 19,0 persen APBN 2021, tumbuh signifikan sebesar 15,6 persen (yoy). Realisasi belanja negara terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp350,1 triliun dan TKDD sebesar Rp173,0 triliun.
Realisasi belanja Pemerintah Pusat tumbuh tinggi terutama didukung oleh pertumbuhan Belanja K/L sebesar 41,2 persen (yoy) dan belanja non K/L yang tumbuh 9,9 persen (yoy). Realisasi belanja barang K/L tumbuh 81,6 persen dan telah memberikan manfaat berupa pengadaan 17,2 juta dosis vaksin, klaim biaya perawatan untuk 99 ribu pasien Covid-19, pemberian bantuan kepada 6,6 juta pelaku usaha mikro, dan pemberian BOS Kemenag kepada 3,4 juta siswa sekolah swasta, serta pemeliharaan infrastruktur jalan dan jaringan senilai Rp1,1 triliun.
Selanjutnya, realisasi belanja modal tumbuh signifikan sebesar 186,2 persen, terutama untuk pembayaran proyek infrastruktur dasar lanjutan 2020 dan infrastruktur konektivitas, antara lain digunakan untuk penyelesaian pembangunan Bendungan sebesar 44,37 persen dari target 10 bendungan baru dan 43 lanjutan senilai Rp7,1 triliun, pembangunan jaringan irigasi sepanjang 600 km dengan progress sebesar 16,47 persen, rehabilitasi sepanjang 3.900 km dengan progress sebesar 18,34 persen, dan pembangunan jaringan irigasi tanah sepanjang 100 km dengan progress sebesar 11,52 persen, serta pembangunan jalur KA yang telah terealisasi sebesar 39,66 persen dari target 234,36 km’sp. Selain itu, belanja modal juga telah digunakan untuk pembangunan jalan sepanjang 43,87 km senilai Rp0,4 triliun dan pembangunan jembatan sepanjang 1,80 km senilai Rp0,1 triliun.
Selanjutnya, belanja bansos tumbuh 16,5 persen, seiring pelaksanaan bansos tunai dalam rangka PEN, serta peningkatan realisasi pada program KIP Kuliah dan Program Indonesia Pintar.
