PajakOnline.com—Pada tanggal 1 Maret 2022, Instansi vertikal Kemenkeu I DKI Jakarta merilis kinerja APBN wilayah DKI Jakarta periode s.d. 31 Januari 2022. Sebuah wujud kolaborasi dan sinergi antara Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara lingkup DKI Jakarta.
Indikator Makroekonomi Regional membaik sejalan dengan penguatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Di Provinsi DKI Jakarta, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021 telah mencapai 3,64 persen (yoy), sejalan dengan nilai PDB Regional Triwulan IV 2021 yang sebesar Rp754,90 triliun atau naik 3,76 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Inflasi DKI Jakarta pada bulan Januari 2022 adalah 0,46 persen (mtm), naik 0,01 poin dibanding bulan Desember 2021, dipicu naiknya harga-harga pada komoditas terutama daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, dan telur ayam ras.
Pemerintah terus berupaya melakukan pengendalian pandemi COVID-19 di wilayah DKI Jakarta yang belum usai dengan terus melaksanakan Program Vaksinasi. Masih terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta per 31 Januari 2022 sebanyak 32.170 kasus. Varian Omicron mendominasi kasus harian wilayah DKI Jakarta yang memengaruhi program pemulihan ekonomi regional yang masih terus berlanjut.
Dalam Konferensi Pers Kinerja APBN DKI Jakarta per 31 Januari 2022, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta Alfiker Siringoringo, Kepala Kanwil Ditjen Pajak Wajib Pajak Besar Arif Yanuar, Kepala Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jakarta Rusman Hadi, serta Kepala Kanwil Ditjen Kekayaan Negara DKI Jakarta Aloysius Yanis Dhaniarto menyajikan pemaparan terkait kinerja APBN di Provinsi DKI Jakarta.
Kantor-kantor vertikal Kementerian Keuangan yang berada di DKI Jakarta, baik Kantor Wilayah maupun Kantor Pelayanan, mengelola APBN dan memberikan layanan bagi satuan kerja pusat Kementerian Negara/Lembaga (K/L) yang secara administratif berada di DKI Jakarta.
Hal ini berarti bahwa pendapatan yang diperoleh dan belanja yang disalurkan beserta dampaknya tidak hanya terbatas di DKI Jakarta, tetapi juga ke seluruh Indonesia.
Kinerja fiskal pada awal tahun memberikan sinyal positif, didukung oleh kinerja Pendapatan Negara yang positif seiring dengan pemulihan ekonomi yang makin kuat. Adapun Belanja Negara masih terus diakselerasi agar manfaat APBN bagi masyarakat dapat dirasakan semakin cepat.
Sampai dengan tanggal 31 Januari 2022, realisasi Pendapatan Negara di wilayah kerja Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta tercatat sebesar Rp89,34 triliun, sementara realisasi Belanja Negara telah mencapai Rp166,08 triliun. Hal ini mengakibatkan terjadinya defisit regional sebesar Rp26,73 triliun. Namun, defisit ini masih lebih kecil dibandingkan dengan periode 31 Januari 2021 yang sebesar Rp69,74 triliun.
Penurunan defisit ini seiring dengan makin membaiknya kinerja fiskal. Perkembangan Kasus Covid-19 dan Vaksinasi DKI Jakarta Sampai dengan 31 Januari 2022, kasus penduduk DKI Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 913.355 orang, sembuh 867.519 orang, dan yang meninggal sebanyak 13.666 orang. Untuk menekan jumlah kasus Covid-19, pemerintah memberikan program vaksinasi gratis bagi seluruh masyarakat termasuk di DKI Jakarta.
Dosis 1 vaksin COVID-19 telah diberikan kepada 12.130.171 orang atau 120,3 persen dari total penduduk DKI Jakarta. Sebesar 71 persen merupakan pemilik KTP DKI Jakarta dan 29 persen pemilik KTP Non-DKI Jakarta.
Adapun vaksinasi dosis 2 telah menjangkau 9.906.270 orang atau 98,2 persen dari penduduk DKI Jakarta. Perkembangan Ekonomi Regional DKI Jakarta Mulai pulihnya mobilitas masyarakat berdampak pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dan ritel yang membaik dengan nilai Konsumsi Rumah Tangga Desember 2021 sebesar Rp1.808,29 triliun.
Realisasi Ekspor DKI Jakarta per 31 Desember 2021 adalah sebesar US$987,9 juta, yang artinya mengalami peningkatan dari periode 31 Desember 2020 yang mencapai US$876,7 juta. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) Desember 2021 sebesar Rp1.001,49 triliun didukung oleh impor barang. Realisasi Impor per 31 Desember 2021 yakni sebesar USD6.868,1 juta, juga meningkat dibanding periode 31 Desember 2020 yang sebesar
USD4.740,8 juta.

































