PajakOnline.com—Pemerintah memprediksi adanya lonjakan peningkatan minat untuk mudik Lebaran pada tahun ini. Hal tersebut dipicu diskon pajak penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru. Apalagi, penjualan mobil baru turut meningkat lantaran pemberian diskon pajak.
Baca Juga: Diskon Pajak, Pembelian Mobil Meningkat 140,8 Persen
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu kebijakannya adalah penurunan pajak penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Dengan adanya kebijakan ini diperkirakan akan terjadi lonjakan pemudik yang menggunakan kendaraam pribadi.
“Beberapa isu strategis yang kami antisipasi, pasti terjadi lonjakan, adanya PPnBM 0% juga membuat jumlah mobil bertambah,” kata Menhub Budi Karya dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, belum lama ini.
Selain itu, program vaksinasi yang sudah dilakukan sejak awal tahun, membuat masyarakat ingin segera berpergian termasuk ke luar kota. “Karena program vaksinasi, membuat masyarakat ingin berpergian,” kata Budi.
Selain itu, penggunaan alat tes Covid-19 GeNose juga membuat masyarakat ingin mudik. Sebab, tarif GeNose yang dibayarkan masyarakat lebih murah dibanding dengan alat tes lainnya seperti Rapid Tes Antigen maupun PCR Test. “Penggunaan test GeNose juga membuat lebih confidence karena lebih murah,” kata Budi.
Untuk itu, Kementerian Perhubungan melakukan upaya penekanan agar kasus Covid-19 tidak naik lagi pasca mudik Lebaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dan masyarakat beradaptasi.
Budi juga mengaku tengah melakukan survei dan masukan dari para penumpang terkait pelayanan transportasi untum mudik 2021. Nantinya hasil survey ini bisa dijadikan sebagai rekomendasi yang bisa diimplementasi.
“Sejumlah terminal, dermaga, pelabuhan, bandar udara, dan stasiun akan memantau total jumlah penumpang. Memang kemarin ada penurunan, tetapi kita siap antisipasi. Bisa dipastikan kegiatan ini berlangsung dengan tertib,” kata Budi.


































