Jakarta, PajakOnline – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus memperluas pengawasan dan pemungutan pajak di sektor ekonomi digital. Sepanjang September 2026, DJP menunjuk tiga perusahaan baru sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
Ketiga perusahaan tersebut adalah Namecheap Inc., Airwallex Commercelink (Netherlands) B.V., dan Airwallex Digital (Netherlands) B.V.
Selain melakukan penunjukan baru, DJP juga melakukan perubahan data pemungut PPN PMSE atas Niantic International Ltd.
Dengan penambahan tersebut, hingga jumlah pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk sebagai pemungut PPN mencapai 280 perusahaan.
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyampaikan pemerintah terus memperkuat pengawasan dan memperluas basis pemungutan pajak agar pertumbuhan ekonomi digital berjalan seiring dengan peningkatan kepatuhan perpajakan.
Sebanyak 245 Perusahaan Sudah Memungut dan Menyetorkan PPN
Dari 280 perusahaan yang telah ditunjuk sebagai pemungut PPN PMSE, sebanyak 245 perusahaan telah melakukan pemungutan dan penyetoran pajak hingga 30 September 2026.
Total penerimaan PPN PMSE sejak mekanisme tersebut diterapkan pada 2020 mencapai Rp45,21 triliun.
Penerimaan tersebut berasal dari setoran sebesar Rp731,4 miliar pada 2020, Rp3,9 triliun pada 2021, Rp5,51 triliun pada 2022, Rp6,76 triliun pada 2023, Rp8,44 triliun pada 2024, Rp10,32 triliun pada 2025, serta Rp9,54 triliun sepanjang Januari hingga September 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa PPN PMSE menjadi salah satu sumber penerimaan yang semakin penting seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan konsumsi layanan digital masyarakat.
Pajak Ekonomi Digital Capai Rp58,75 Triliun
Secara keseluruhan, penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital mencapai Rp58,75 triliun hingga 30 September 2026.
Penerimaan tersebut berasal dari empat sektor utama, yaitu:
1. PPN PMSE sebesar Rp45,21 triliun.
2. Pajak Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP) sebesar Rp5,96 triliun.
3. Pajak transaksi teknologi finansial (fintech) sebesar Rp5,40 triliun.
