PajakOnline.com—Cash ratio berkaitan dengan perhitungan keuangan perusahaan. Cash ratio merupakan salah satu rasio likuiditas yang digunakan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan.
Cash ratio mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancar atau utang jangka pendek dengan menggunakan total kas dan setara kas yang dimilikinya. Rasio ini memberikan gambaran tentang sejauh mana perusahaan dapat memenuhi kewajiban finansialnya dengan menggunakan aset yang paling likuid, atau mudah dicairkan dalam kurun waktu singkat.
Di samping itu, perhitungan cash ratio merupakan salah satu metode yang paling realistis dibandingkan tiga rasio likuiditas lainnya ketika perusahaan mengalami kebangkrutan.
Pemberi pinjaman atau kreditur kadang-kadang menggunakan rasio ini untuk menilai apakah perusahaan dapat memenuhi kewajibannya dalam situasi kebangkrutan.
Tentunya cash ratio memiliki beberapa fungsi dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Berikut ini beberapa fungsi dari cash ratio yakni sebagai berikut:
1. Meningkatkan Sales
Salah satu fungsi cash ratio adalah dapat membantu perusahaan meningkatkan penjualan. Dengan memiliki cadangan kas yang cukup, perusahaan dapat memanfaatkannya untuk meluncurkan program pemasaran, meningkatkan produksi, atau mengembangkan produk baru. Kemampuan untuk mendanai inisiatif inilah yang dapat membantu perusahaan meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.
2. Mengurangi Overhead Cost
Dengan memiliki cash ratio yang baik, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman dan pembiayaan luar. Hal tersebut mengurangi biaya bunga dan membantu perusahaan mengelola overhead cost menjadi lebih efektif. Tentu dengan mengurangi beban finansial, perusahaan dapat mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk investasi dalam operasional yang efisien.
3. Mengelola Piutang
Cash ratio yang sehat juga memungkinkan perusahaan untuk mengelola piutang dengan lebih baik. Dengan memiliki cukup kas dan setara kas, perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendek seperti pembayaran tagihan dari pelanggan. Hal ini dapat mencegah penumpukan piutang yang tidak tertagih dan membantu menjaga aliran kas menjadi lancar.
4. Melunasi Utang
Berikutnya dengan cash ratio yang baik memberikan perusahaan kemampuan untuk melunasi utang jangka pendek dengan mudah dan tepat waktu. Melalui nilai kas yang cukup, perusahaan dapat menghindari risiko gagal bayar dan mempertahankan hubungan baik dengan pemberi pinjaman atau kreditor.
5. Membayar Aset
Terakhir, cash ratio yang baik juga memberikan fleksibilitas kepada perusahaan untuk membeli atau membayar aset dengan menggunakan kas. Perusahaan dapat memanfaatkan cash ratio ini untuk melakukan investasi strategis atau membayar aset yang diperlukan untuk operasional bisnis. Perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan kemampuan operasional serta pertumbuhan jangka panjang.
Adapun beberapa faktor yang dapat memengaruhi cash ratio antara lain:
– Situasi ekonomi
– Karakter industri
– Pertumbuhan bisnis
– Profil risiko pemilik usaha
Kemudian terkait dengan rumus cash ratio yakni dengan membagi jumlah kas dan setara kas perusahaan dengan kewajiban lancarnya, atau dapat ditulis sebagai berikut:
Cash Ratio = (Kas + Setara Kas)/Kewajiban Lancar)
Di samping itu, hasil dari perhitungan cash ratio dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
Rasio kas = 1
Menunjukkan bahwa aset kas perusahaan sama dengan kewajiban lancarnya. Artinya, perusahaan dapat membayar utang lancar sepenuhnya dengan kas dan setara kas yang dimilikinya.
Rasio kas < 1
Menunjukkan bahwa perusahaan tidak memiliki cukup kas untuk membayar utang jangka pendeknya. Angka di bawah 1 menunjukkan persentase dari utang yang dapat dilunasi dengan kas yang dimiliki.
Rasio kas > 1
Menunjukkan bahwa perusahaan memiliki lebih dari cukup kas untuk membayar utang jangka pendek pada neraca. Angka di atas 1 menunjukkan jumlah kali lipat dari utang yang dapat dilunasi dengan kas.
Untuk itu, demi menjaga cash ratio tetap aman dan seimbang, perusahaan dapat mengikuti beberapa tips berikut:
1. Mengurangi pengeluaran yang tidak penting.
2. Pantau dan evaluasi arus kas perusahaan secara teratur.
3. Menjual aset yang tidak terpakai.
4. Lakukan perencanaan kas yang baik.
5. Kelola piutang dengan efektif, terutama dalam hal kebijakan penagihan.
Jadi dapat disimpulkan, cash ratio adalah salah satu aspek yang bisa dijadikan dasar bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, perlu dicatat bahwa cash ratio bukanlah cara paling akurat untuk mengetahui performa bisnis suatu perusahaan. (Azzahra Choirrun Nissa)
































