PajakOnline | Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Natar melakukan tindakan penagihan aktif dengan menerbitkan surat paksa kepada PT GMC di Kecamatan Gedong Tataan pada 23 April 2025. Langkah ini diambil setelah wajib pajak badan tersebut tidak merespons surat teguran yang telah diterbitkan sebelumnya.
Juru Sita Pajak Negara (JSPN) Alivo Pradana yang ditugaskan menyampaikan surat paksa menjelaskan bahwa KPP telah mengeluarkan surat teguran atas ketetapan pajak untuk meminta penanggung pajak segera melunasi utang pajaknya. "Namun, penanggung pajak beberapa kali tidak merespons sehingga kami perlu menyampaikan surat paksa," kata Alivo dikutip dari laman DJP, Kamis (12/6/2025).
Berdasarkan UU 19/2000 dan PMK 61/2023, Direktorat Jenderal Pajak memiliki kewenangan melakukan serangkaian tindakan penagihan terhadap wajib pajak yang memiliki utang pajak. Tahapan tersebut dimulai dari pengiriman surat teguran, penyampaian surat paksa, penyitaan, penjualan barang sitaan, pencegahan bepergian ke luar negeri, hingga penyanderaan.
