PajakOnline.com—Pelaksanaan APBN hingga akhir Maret 2023 mencatatkan surplus sebesar 0,61 persen terhadap PDB. Hingga akhir Maret 2023, pembiayaan terkendali dengan tetap mengedepankan prinsip prudent, fleksibel, dan akuntabel. Pembiayaan utang melalui SBN dan pinjaman on track sesuai dengan strategi pembiayaan tahun 2023, terealisasi sebesar Rp224,8 T (32,3% Target). Pengadaan utang dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kas pemerintah, serta kebutuhan pembiayaan. Demikian Laporan APBN Kita Edisi April 2023.
Saat ini, tekanan geopolitik dan sistem perbankan AS dan Eropa masih menjadi perhatian global yang terus diwaspadai. Namun demikian, pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I stabil, sejalan dengan proyeksi awal dan didukung konsumsi domestik yang cukup kuat.
Di samping itu, kinerja APBN hingga bulan Maret masih mencatatkan surplus ditopang kinerja belanja dalam tren yang baik dan pendapatan yang masih kuat. Dalam mempertahankan momentum transformasi ekonomi, APBN berperan kuat sebagai instrumen pembangunan dan penjaga kesehatan fiskal. Kinerja baik APBN telah terbukti berjalan progresif secara konsisten. Namun demikian, pemerintah akan terus waspada dan melakukan mitigasi guna mengantisipasi ketidakpastian di sepanjang tahun 2023.
“APBN menjadi instrumen yang sangat sangat penting, menjaga kesejahteraan rakyat dan mendorong perekonomian kita untuk bertransformasi menciptakan nilai tambah dan juga produktivitas kinerja yang baik. Kinerja APBN yang baik ini akan menjadi modal bagi kita menjaga kewaspadaan terhadap berbagai gejolak dan ketidakpastian sepanjang tahun 2023, baik yang berasal dari luar maupun yang berasal dari dalam negeri,” pungkas Menkeu Sri Mulyani.


































