PajakOnline.com— Perkembangan positif pemulihan ekonomi makin solid terutama aktivitas ekonomi global yang menunjukkan optimisme cukup tinggi. Hal ini didukung tren kasus harian Covid-19 yang mulai melandai terutama di Amerika Serikat dan sebagian Eropa Tengah, kendati masih berada di level yang tinggi, sementara di India yang menjadi episentrum baru dan negara berkembang lainnya masih mencatat kenaikan kasus yang tinggi.
Sampai dengan tanggal 23 Mei 2021, data menunjukkan bahwa program Vaksinasi telah dilakukan di 176 negara dengan total dosis yang telah diberikan sebanyak 1,65 milyar dosis, dan 24,84 juta dosis vaksin telah diberikan di Indonesia.
Beberapa negara mengalami pertumbuhan positif pada Kuartal I 2021, antara lain Tiongkok, Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Perancis, dan Taiwan, didukung pemulihan ekonomi negara lain yang terus menguat meski masih di zona negatif.
Perdagangan global juga terus membaik, menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi yang terus menguat, di mana Baltic Dry Index konsisten di level tinggi. Selanjutnya, kinerja manufaktur global mampu mencapai level tertinggi sejak 2021, seiring kenaikan pada permintaan barang mesin dan elektronik yang cukup tinggi.
Meski demikian, beberapa faktor risiko perlu diwaspadai, antara lain munculnya gelombang dan varian baru kasus Covid-19, belum meratanya akses vaksinasi, kemungkinan normalisasi kebijakan moneter AS yang lebih cepat, serta pemulihan ekonomi global yang tidak merata dan proteksionisme perdagangan global.
Sementara itu, perekonomian domestik terus melanjutkan pemulihan seiring kesehatan masyarakat yang membaik. Sinyal pemulihan ekonomi ditunjukkan dengan kembalinya tingkat kepercayaan masyarakat ke level optimis pada angka 101,5, jauh melampaui periode awal pandemi sejalan dengan tren mobilitas masyarakat yang mengalami peningkatan secara konsisten sejak bulan April.
Selain itu, Indeks Penjualan Ritel menunjukkan keberlanjutan pemulihan konsumsi masyarakat pada Maret dan April 2021, secara umum ditopang oleh peningkatan konsumsi pada seluruh kelompok, termasuk penjualan mobil ritel mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi, sebesar 227,6 persen (yoy) dan 2,5 persen (mtm) yang mengindikasikan perbaikan tingkat konsumsi kelas menengah.
“Kita semuanya harus menjaga momentum dan pada saat yang sama tetap waspada terhadap resiko yang begitu sangat dinamis. Jadi setiap proyeksi ada catatannya. Setiap optimisme selalu ada kewaspadaannya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kita Mei 2021.
Selanjutnya, indikator konsumsi listrik pada bulan April 2021 memasuki zona positif, tumbuh hampir di semua sektor yang menunjukkan adanya recovery ekonomi. Penerapan PPKM yang terkendali mendukung tingkat PMI Manufaktur semakin ekspansif, yaitu mencapai 54,6 pada bulan April, dan mencatatkan rekor tertinggi sejak 2011.
Dari sisi perdagangan internasional, Neraca Perdagangan Indonesia melanjutkan tren positif dengan surplus USD2,19 miliar pada bulan April 2021, atau surplus yang terakumulasi sebesar USD7,7 miliar sejak Januari-April 2021. Kinerja ekspor tumbuh dua digit, yaitu meningkat sebesar 51,9 persen (yoy) dan 25,0 persen (ytd), terutama didorong pertumbuhan ekspor nonmigas seperti besi dan baja, mesin dan peralatan elektrik, karet, logam mulia, timah, dan tembaga.
Kinerja impor juga menunjukkan pertumbuhan positif meski tak sebaik bulan Maret, didorong oleh pertumbuhan impor migas dan nonmigas mesin dan peralatan elektrik, bahan kimia organik, barang dari plastik. Indikasi ke arah perbaikan ekonomi juga terlihat dari Neraca Pembayaran Kuartal I 2021 yang mencatatkan surplus sebesar USD4,1 miliar, berbalik arah dari kuartal sebelumnya
Aktivitas ekonomi pada Kuartal II 2021 diyakini akan terus meningkat didorong oleh technical rebound dan pemulihan aktivitas ekonomi yang semakin solid. Selain itu, pertumbuhan positif juga didukung oleh pola siklus bisnis yang lebih intensif pada Kuartal II 2021 seperti adanya panen raya, momentum idul fitri, serta libur tahun ajaran baru.
Dengan kondisi demikian, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan mencapai 4,5 sampai dengan 5,3 persen (yoy). APBN terus bekerja keras untuk melanjutkan momentum perbaikan ini, ditunjukkan dengan peningkatan penerimaan negara dan pertumbuhan belanja negara, serta kondisi kas yang lebih optimal.

































