Jakarta, PajakOnline — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mulai mengintegrasikan hasil pemindaian X-Ray kargo impor dengan sistem Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) 4.0. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat pelayanan kepabeanan sekaligus memperkuat pengawasan barang impor melalui jalur udara.
Perusahaan jasa pengiriman FedEx menjadi pelopor implementasi integrasi tersebut. Sistem ini memungkinkan hasil pemindaian X-Ray terhubung dengan sistem kepabeanan sehingga petugas dapat memantau dan menganalisis data secara lebih cepat, termasuk melalui dukungan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menyebut integrasi ini sebagai salah satu program quick win DJBC untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan di tengah pertumbuhan arus barang serta perdagangan internasional.
“Dan tentunya ini menjadi satu hal yang positif, tentu juga bermanfaat bagi Bea Cukai untuk memudahkan dalam hal pengawasan masuknya barang-barang impor dari luar Indonesia,” ujar Djaka dalam peluncuran Sistem X-Ray AI Terintegrasi oleh FedEx dan DJBC di Tangerang, Kamis (8/10/2026).
Djaka berharap integrasi sistem tersebut dapat diterapkan secara menyeluruh sesuai target implementasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Integrasi X-Ray dan CEISA 4.0 Diperluas Bertahap
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan bahwa persiapan integrasi telah dilakukan secara bertahap sejak 2024. Pada Januari 2026, jadwal implementasi disusun dengan tahapan uji coba, piloting, dan penerapan mandatori.
Tahap piloting dimulai pada April 2026 dan diperluas pada Juli 2026, dengan melibatkan 16 dari total 55 perusahaan di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Penerapan mandatori tahap awal mulai berjalan pada Oktober 2026. Pemerintah kemudian menargetkan perluasan implementasi kepada perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di kawasan bandara tersebut.
Hengky berharap seluruh Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di lingkungan Bea Cukai Soekarno-Hatta dapat mengikuti program integrasi paling lambat 31 Desember 2026. Adapun penerapan mandatori secara penuh ditargetkan mulai Januari 2027.
Menurut Hengky, perkembangan lalu lintas perdagangan harus diimbangi dengan pelayanan yang semakin cepat dan efisien, tanpa mengurangi ketepatan pengawasan kepabeanan.
Lima Manfaat Integrasi Teknologi
Integrasi X-Ray kargo dengan CEISA 4.0 memiliki lima sasaran utama.
Pertama, memperkuat pengawasan secara real-time melalui otomatisasi dan integrasi data hasil pemindaian.
