Jakarta, PajakOnline — Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG).
Selain BI-Rate, BI mempertahankan Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
BI menyebut tekanan eksternal masih tinggi. Pertumbuhan ekonomi global 2026 diperkirakan sekitar 3%, sedangkan tekanan inflasi global diperkirakan mencapai sekitar 4,6%.
Gubernur BI Destry Damayanti juga menjelaskan kenaikan suku bunga memiliki konsekuensi terhadap pertumbuhan ekonomi.
BI memilih mengoptimalkan berbagai instrumen moneter, termasuk intervensi valuta asing dan kebijakan untuk menarik aliran modal asing.
