Senin, 25 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
NEWSLETTER
PajakOnline.com
 
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
  • Login
  • Daftar
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
PajakOnline.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil

Optimisme Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Redaksi PajakOnline oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
in Berita, Business, Headlines, Perpajakan, Sorotan
9.9k 100
0
PNBP Februari Lebih Tinggi 2,28 Persen Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Pengeboran Migas Di Laut lepas.

8k
Dibagikan
10k
Dilihat
Share on FacebookShare on XShare on Whatsapp

Insight oleh Abdul Koni, Ketua Tax Payer Community (Masyarakat Pembayar Pajak Indonesia)

Jakarta, PajakOnline – Pemerintah  optimistis perekonomian Indonesia mampu tumbuh kuat meski dunia masih dibayangi ketidakpastian global, gejolak geopolitik, dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,4 persen pada 2026 dan terus meningkat hingga 5,8–6,5 persen dalam beberapa tahun mendatang.

Optimisme tersebut didukung oleh kuatnya konsumsi domestik, percepatan investasi, hilirisasi industri, serta peningkatan aktivitas sektor swasta. Pemerintah juga terus mendorong belanja negara agar mampu menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan di tengah perlambatan ekonomi global. Kinerja tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa ekonomi domestik masih cukup solid menghadapi tekanan eksternal.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan memperkuat berbagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan, termasuk menjaga stabilitas fiskal, mempercepat investasi, serta memperkuat sektor industri dan ekspor nasional.

Baca Juga:

APBN 2026 Jadi Sorotan Investor, Pemerintah Jaga Defisit dan Stabilitas Ekonomi

Pemerintah Perkuat Penagihan Pajak, Menkeu Minta Pemeriksaan Lebih Profesional dan Berintegritas

Penerimaan Pajak Tembus Rp646,3 Triliun hingga April 2026

Pemerintah Jamin Restitusi Pajak Tidak Dibatasi, Namun Pemeriksaan Diperketat

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp52,04 Triliun sampai April 2026

Selain itu, pemerintah juga menargetkan stabilitas rupiah tetap terjaga melalui koordinasi fiskal dan moneter. Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027, pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Meski sejumlah lembaga internasional dan investor global masih mencermati arah kebijakan ekonomi Indonesia, pemerintah menegaskan reformasi ekonomi, penguatan investasi, dan pembangunan industri nasional akan terus dilanjutkan demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci Utama

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih berada di atas 5 persen pada 2026 menunjukkan ketahanan ekonomi domestik yang cukup kuat di tengah tekanan global, pelemahan rupiah, dan ketidakpastian pasar internasional.

Berdasarkan data terbaru, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang terutama oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi domestik.

Kekuatan utama ekonomi Indonesia saat ini masih berasal dari pasar domestik. Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga ketika daya beli masyarakat tetap bergerak, roda ekonomi nasional tetap berputar.

Namun demikian, masyarakat mulai merasakan tekanan terhadap daya beli akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, pelemahan upah riil, serta meningkatnya kehati-hatian rumah tangga dalam berbelanja. Sejumlah riset menunjukkan konsumsi masyarakat memang masih tumbuh, tetapi pola belanja mulai berubah menjadi lebih selektif dan defensif.

Berikut ini sejumlah faktor yang membuat ekonomi Indonesia masih mampu bertahan:

1. Konsumsi Domestik Tetap Menjadi Penopang

Momentum Ramadhan dan Idul Fitri 2026 mendorong perputaran uang nasional dalam jumlah besar. Aktivitas mudik, belanja masyarakat, sektor makanan-minuman, transportasi, dan pariwisata ikut menopang pertumbuhan ekonomi awal tahun.

2. Belanja Pemerintah Masih Agresif

Belanja negara meningkat cukup besar pada awal 2026, termasuk program bantuan sosial, pangan, dan program makan bergizi. Dari sisi ekonomi, kebijakan fiskal ekspansif membantu menjaga konsumsi masyarakat bawah dan mengurangi tekanan perlambatan ekonomi.

3. Investasi dan Hilirisasi Industri Tetap Bergerak

Pemerintah terus mendorong hilirisasi mineral, penguatan industri pengolahan, serta investasi strategis nasional. Industri pengolahan masih menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar terhadap PDB nasional.

4. Stabilitas Inflasi Masih Relatif Terkendali

Meskipun rupiah mengalami tekanan, inflasi nasional masih berada dalam rentang sasaran pemerintah dan Bank Indonesia. Stabilitas inflasi membantu menjaga konsumsi masyarakat agar tidak turun terlalu dalam.

Upaya Memperbaiki Daya Beli Masyarakat

Pemerintah perlu fokus memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas, terutama kelas menengah dan pekerja informal. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain:

  • menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil,
  • memperluas lapangan kerja produktif,
  • meningkatkan upah riil pekerja,
  • memperkuat UMKM dan industri padat karya,
  • menjaga subsidi dan bantuan sosial lebih tepat sasaran,
  • serta menjaga stabilitas rupiah agar harga barang impor tidak semakin mahal.

Selain itu, reformasi perpajakan juga dinilai harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi nasional tanpa membebani masyarakat bawah.

Penerimaan pajak yang sehat harus kembali ke masyarakat dalam bentuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penciptaan lapangan kerja.

Di tengah tantangan global, ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki modal kuat karena ditopang pasar domestik yang besar. Namun, keberlanjutan pertumbuhan ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan kepercayaan investor secara bersamaan.

 

Bagikan3200Tweet2000Kirim

Baca Berita

APBN 2026 Jadi Sorotan Investor, Pemerintah Jaga Defisit dan Stabilitas Ekonomi

APBN 2026 Jadi Sorotan Investor, Pemerintah Jaga Defisit dan Stabilitas Ekonomi

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Highlight oleh Eka L. Prasetya, Pemimpin Redaksi PajakOnline Jakarta, PajakOnline...

Defisit APBN Meroket 342,4 Persen Capai Rp135,7 Triliun Februari 2026

Pemerintah Perkuat Penagihan Pajak, Menkeu Minta Pemeriksaan Lebih Profesional dan Berintegritas

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Jakarta, PajakOnline - Pemerintah terus memperkuat pengawasan perpajakan guna menjaga...

Jemput Bola ala DJP, Pendampingan Lapor SPT Tahunan via Coretax

Penerimaan Pajak Tembus Rp646,3 Triliun hingga April 2026

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Jakarta, PajakOnline - Penerimaan pajak  menunjukkan tren positif. Hingga akhir...

Pengkreditan Pajak Masukan Pasca Implementasi Coretax

Pemerintah Jamin Restitusi Pajak Tidak Dibatasi, Namun Pemeriksaan Diperketat

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Jakarta, PajakOnline - Pemerintah menegaskan tidak ada kebijakan kuota maupun...

Seperti Ini Ketentuan Pajak Bagi Pengusaha E-Commerce

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp52,04 Triliun sampai April 2026

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Jakarta, PajakOnline – Hingga 30 April 2026, pemerintah mencatat penerimaan...

Revisi Ambang Batas Angsuran PPh 25, Dari 150% ke 125%

Pajak Jadi Tulang Punggung Fiskal dan Penerimaan Negara

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Jakarta, PajakOnline - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto menyebutkan...

Retribusi Pelayanan Tertentu, Berikut Rinciannya

Tax Payer Community: Pemerintah Agar Evaluasi Batas PTKP, Dorong Daya Beli Masyarakat

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Jakarta, PajakOnline — Tax Payer Community (Masyarakat Pembayar Pajak Indonesia) menyampaikan...

Rupiah Anjlok, Akankah Gubernur BI Jadi Kambing Hitam?

Rupiah Anjlok, Akankah Gubernur BI Jadi Kambing Hitam?

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Oleh: Anthony Budiawan—Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)...

Cara Mudah Dapat Izin BI Bawa Uang Tunai ke Luar Negeri

Rupiah Tertekan, BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

Jakarta, PajakOnline - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga...

Komik: Triple Krisis Struktural Ekonomi Indonesia

Komik: Triple Krisis Struktural Ekonomi Indonesia

oleh Redaksi PajakOnline
25 Mei 2026
0

 

Muat berita lainnya

Member of

Mars Tax Payer Community

https://www.pajakonline.com/wp-content/uploads/2023/09/Lagu-Mars-Patriot-Pajak-Tax-Payer-Community.mp3

Visit PajakOnline ke DJP

Jajaran pimpinan media PajakOnline bersilaturahmi dengan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Rosmauli, Selasa (11/11/2025) di Kantor Pusat DJP, Jakarta.

Alamat Kantor Pajak

PajakOnline Services

Untuk Layanan Advokasi, Konsultan Pajak, Pendampingan di Pengadilan Pajak, Anda dapat menghubungi konsultan kami melalui komunikasi HP/WA 0821-8078-1907.

Event

Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Tax Goes to Campus memberikan materi kesadaran pajak bagi mahasiswa./PajakOnline.com
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Seminar Pajak bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)./PajakOnline.com
Tax Payer Community Goes to School di SMK Ksatria, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ketua Tax Payer Community Indonesia Abdul Koni dalam acara Arcadia Chat Room yang dipandu Host Syamsu Rizal memperingati Hari PajakNasional 2023./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bertema Pajak Patuh, Indonesia Cerah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, Selasa (11/3/2025)./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama Asperindo.
PajakOnline dalam Tax Payer Charter.
Tax Payer Community bersama Kanwil DJP Jakarta Barat.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam materi Kesadaran Pajak./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama IWAPI Jakarta Timur./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama Pemprov DKI Jakarta.
Workshop PajakOnline bersama Perempuan Pemimpin Indonesia (Indonesia Women's Leader Association) atau Perpina, Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Workshop PajakOnline bersama Pengusaha Muda INTI (Indonesia-Tionghoa).
Workshop Meet-Up PajakOnline bersama Inge Diana Rismawanti: Peran Strategis Pengusaha Wanita Tingkatkan Penerimaan Pajak, Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan Selasa (6/12/2022).
Workshop PajakOnline bersama members.
Workshop PajakOnline bersama Perhimpunan Indonesia-Tionghoa.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni bersama Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)./PajakOnline.com

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Berita Pajak, kami melayani Jasa Konsultasi, Advokasi Perpajakan, Pembuatan SPT, Pembukuan, dan Lain-lain. Hubungi HP/WA: 0821-8078-1907

Kita Bangga dapat berpartisipasi dalam pemerataan pembangunan nasional dan bantuan sosial.

Member of

PajakOnline.com adalah media berbasis komunitas pembayar pajak yang berhimpun dalam Masyarakat Pembayar Pajak Indonesia (Tax Payer Community). Pajak adalah gaya hidup. Membayar pajak menjadi Kebanggaan kita bersama.

 

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.