PajakOnline.com—Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengingatkan pelaku usaha perihal pemberitahuan barang kena cukai (BKC) yang selesai dibuat melalui dokumen CK-4.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Nirwala Dwi Heryanto menjelaskan, ketentuan baru soal pemberitahuan BKC yang selesai dibuat mulai berlaku pada 13 Februari 2023 sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 161 Tahun 2022. "Karena hal ini akan berhubungan dengan pungutan cukai yang akan dikenakan terhadap BKC yang telah selesai dibuat tersebut," kata Nirwala dalam keterangannya dikutip hari ini.
Nirwala menyebutkan PMK 161/2022 memberikan kepastian hukum serta kemudahan bagi para pengusaha BKC dalam menjalankan usaha dan pengelolaan administrasinya.
DJBC juga telah melakukan kajian substantif sebagai upaya penyempurnaan ketentuan terkait dengan pemberitahuan BKC yang selesai dibuat.
Selain itu, DJBC telah menerbitkan Perdirjen Nomor 24/BC/2022 tentang Tata Cara Pemberitahuan Barang Kena Cukai yang Selesai Dibuat sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya. Terdapat sejumlah pokok perubahan yang tertuang dalam PM 161/2022 dari PMK 94/2016 dan PMK 134/2019.
Pertama, memberikan kepastian hukum perihal titik pemberitahuan dan penyampaian pemberitahuan BKC selesai dibuat untuk jenis tembakau iris (TIS) sehingga dapat dikategorikan TIS untuk penjualan eceran dan TIS yang dikemas bukan untuk penjualan eceran.
Kedua, perubahan jangka waktu pemberitahuan dan jangka waktu penyampaian pemberitahuan BKC yang selesai dibuat. Periode pemberitahuan BKC yang selesai dibuat untuk BKC berupa minuman mengandung etil alkohol (MMEA) golongan dan C, serta hasil tembakau (HT) diubah dari 15 harian menjadi bulanan.
