PajakOnline.com—Setiap Wajib Pajak berkewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), pelaporan SPT Tahunan orang pribadi paling lambat dilakukan tiga bulan setelah berakhirnya tahun pajak, yaitu 31 Maret. Sedangkan batas waktu pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak badan paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak, yakni pada 30 April.
Cara melaporkan SPT Tahunan Wajib Pajak badan secara online sebagai berikut;
Persiapkan sejumlah dokumen yang diperlukan Wajib Pajak badan, antara lain SPT PPh badan 1771 yang sudah terisi lengkap; laporan keuangan lengkap, di antaranya neraca dan laba rugi, termasuk audit akuntan publik, bukti penerimaan dan pengeluaran (kuitansi, nota, dan lainnya, buku besar pendukung laporan keuangan.
Kemudian, penghitungan peredaran bruto dan pembayaran (khusus Wajib Pajak PP 46); laporan debt to equity ratio dan utang swasta luar negeri (khusus Wajib Pajak PT yang membebankan utang); ikhtisar dokumen induk dan dokumen lokal (khusus Wajib Pajak dengan transaksi hubungan istimewa); laporan penyampaian country by country report (CBCR) atau dokumen transfer pricing; dan beberapa dokumen yang dibutuhkan sesuai profil perusahaan.
Khusus Wajib Pajak migas, misalnya, perlu juga menyiapkan laporan tahunan penerimaan negara dari kegiatan hulu minyak dan/atau gas bumi. Sedangkan, khusus Bentuk Usaha Tetap (BUT) perlu menyiapkan SSP PPh Pasal 26 (4), pemberitahuan bentuk penanaman modal, dan laporan keuangan konsolidasi/kombinasi.
