Jakarta, PajakOnline – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Selatan (Jaksel) membuka Pojok Pajak dalam rangkaian kegiatan edukasi dan layanan perpajakan bertajuk ‘Ngabuburit Spectaxcular 2026’ di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jaksel. Melalui Pojok Pajak, masyarakat bisa konsultasi gratis mengenai pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) via Coretax.
Kepala Kanwil DJP Jaksel II Imam Arifin menjelaskan pentingnya sinergi antara otoritas pajak dan dunia pendidikan. Oleh karena itu, Ngabuburit Spectaxcular 2026 digelar Bersama UAI untuk mendekatkan layanan perpajakan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pajak sejak dini melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.
“Melalui Ngabuburit Spectaxcular kami ingin menunjukkan bahwa pajak bukan hanya kewajiban, tapi bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Kami sangat mengapresiasi dukungan Universitas Al Azhar Indonesia dalam memfasilitasi sarana edukasi ini,” kata Imam dalam keterangannya dikutip hari ini.
Rektor UAI Widodo Muktiyo turut menyambut baik inisiatif Kanwil DJP Jaksel II. Menurutnya, pemahaman mengenai perpajakan merupakan bagian penting dari literasi kewarganegaraan bagi mahasiswa maupun dosen di lingkungan kampus.
Widodo pun menegaskan komitmen UAI untuk memperkuat literasi perpajakan bersama Kanwil DJP Jaksel II melalui berbagai rangkaian kegiatan.
Kanwil DJP Jaksel II dan UAI menghadirkan Pojok Pajak yang beroperasi selama lima hari kerja. Mulai 9-13 Maret 2026, Waktu layanan pukul 10.00 wib-15.30 WIB dan jenis layanan berupa aktivasi akun Coretax, pembuatan registrasi Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik (KO/SE), asistensi pelaporan SPT Tahunan melalui Coretax, hingga konsultasi perpajakan umum.
Rangkaian acara setiap harinya ditutup dengan kegiatan ‘Berbagi Takjil’ yang dimulai pukul 15.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menyasar para mahasiswa, karyawan kampus, serta masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial DJP.
Kanwil DJP Jaksel II pun mengundang seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan layanan ini guna memastikan kewajiban perpajakan terpenuhi dengan mudah dan nyaman sambil menjalankan ibadah puasa.

































