PajakOnline.com—Dalam keterangan APBN Kita Edisi Oktober 2022, pertumbuhan pendapatan masih tinggi sebagai bukti pemulihan ekonomi yang terus terjaga, sokongan harga komoditas yang masih di level relatif tinggi, dan dampak berbagai kebijakan.
Hingga September 2022, Pendapatan Negara tercapai sebesar Rp1.974,7 triliun atau 107,0% dari Pagu, tumbuh 45,7 persen (yoy). Secara nominal, realisasi komponen Pendapatan Negara yang bersumber dari penerimaan Pajak mencapai Rp1.310,5 triliun, penerimaan Bea dan Cukai sebesar Rp232,1 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp431,5 triliun.
Kinerja penerimaan pajak masih tumbuh positif, konsisten sejak April 2021 sejalan dengan pemulihan ekonomi. Realisasi penerimaan Pajak sampai dengan akhir September 2022 tercapai sebesar Rp1.310,5 triliun (88,3% dari Pagu) atau tumbuh 54,2% (yoy).
Kinerja penerimaan pajak yang sangat baik pada hingga akhir triwulan ketiga tahun 2022 masih dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis rendah tahun 2021, serta implementasi UU HPP seperti penyesuaian tarif PPN, PPN PMSE, serta Pajak Fintech dan Kripto.
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai terealisasi sebesar Rp232,1 triliun (77,6% dari Pagu) atau tumbuh 26,9% (yoy). Penerimaan Bea Cukai meliputi Bea Masuk, Bea Keluar dan Cukai masih tumbuh double digit didukung kinerja positif seluruh komponen.
Penerimaan Bea Masuk mencapai Rp36,29 triliun atau tumbuh sebesar 31,6% (yoy), didorong tren perbaikan kinerja impor nasional terutama Sektor Perdagangan dan Sektor Industri. Penerimaan Cukai tercapai sebesar Rp158,8 triliun, atau tumbuh sebesar 19,6% dipengaruhi efektivitas kebijakan tarif dan pengawasan. Penerimaan Bea Keluar mencapai Rp37,04 triliun atau tumbuh sebesar 64,2%, didorong tingginya harga komoditas serta peningkatan tarif dan volume ekspor komoditas CPO dan turunannya.

































