PajakOnline.com—Kepala BPOM, Penny K. Lukito, mengingatkan belum mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 produksi Sinovac. BPOM masih mengevaluasi uji klinis vaksin Sinovak di Bandung.
Karena itu, lanjut Penny, meskipun vaksin Covid-19 produksi Sinovac sudah didistribusikan ke daerah, tapi belum boleh disuntikkan hingga dikeluarkan EUA.
[caption id="attachment_56404" align="alignright" width="223"]
Lucy Kurniasari.[/caption]
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Lucy Kurniasari menyatakan setuju dengan sikap yang disampaikan Kepala BPOM tersebut. Menurutnya, tidak boleh ada penyuntikan vaksin Covid-19 sebelum BPOM mengeluarkan EUA.
Masalahnya, apakah dengan sudah didistribusikan vaksin Covid-19 produksi Sinovac ke 34 provinsi, BPOM dapat tetap objektif dalam memutuskan EUA?
"Kita tidak ingin BPOM bekerja dalam tekanan, sehingga mengeluarkan keputusan EUA tidak independen. Apalagi vaksin ini berkaitan langsung dengan nyawa manusia, sehingga keputusan BPOM harus benar-benar profesional dan independen," kata Lucy Kurniasari yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya kepada PajakOnline.com hari ini, Kamis (7/1/2021).
