PajakOnline | Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan realokasi anggaran kementerian/lembaga (K/L) yang tidak terserap, untuk tambahan anggaran bantuan langsung tunai atau BLT sebesar Rp30 triliun.
Stimulus tambahan berbentuk BLT masuk dalam paket delapan program akselerasi ekonomi yang sebelumnya disampaikan pada September 2025 lalu. Penerimanya juga lebih banyak dari yang disalurkan secara reguler dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) serta sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Namun demikian, saat ditemui awak media di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (21/10/2025), Purbaya tidak merinci lebih lanjut anggaran K/L mana saja yang direalokasi anggarannya untuk membiayai BLT tambahan itu.
“Ada beberapa anggaran yang tidak terserap sehingga saya bisa alihkan,” kata Purbaya kepada wartawan, dikutip Rabu (22/10/2025).
Purbaya menyebutkan dengan tambahan Rp30 triliun hasil realokasi itu, BLT yang disalurkan bisa menjangkau ke desil lebih luas dan untuk periode yang lebih panjang.
Dia mengakui penyalurannya sempat terkendala urusan logistik sehingga mundur dari target awal penyaluran pada 20 Oktober 2025. Harapannya agar penyalurannya bisa segera dipercepat khususnya untuk penerima dari desil 1 dan 2.
Dengan stimulus tambahan itu, Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai di atas 5,5% secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada kuartal IV/2025.
Dia optimistis lantaran sebelumnya juga sudah menyuntikkan dana Rp200 triliun ke Himbara untuk memacu penyaluran kredit ke sektor riil. “Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih besar lagi dampak yang terlihat di perekonomian, dan kami akan lihat terus perkembangan uangnya seperti apa, kalau masih kurang saya akan tambah,” pungkas Purbaya.
































