PajakOnline.com—Dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/PJ/2008, tercantum wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau melakukan pekerjaan bebas termasuk wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP.
Ada dua hal yang mendasari seorang pemilik usaha bengkel dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Pertama, dalam satu tahun pajak penghasilan bengkelnya mencapai Rp4,8 miliar rupiah. Yang kedua, pemilik bengkel memilih untuk dikukuhkan sebagai PKP walaupun dalam satu tahun pajak omzetnya tidak mencapai Rp4,8 miliar.
Dalam hal ini, wajib bagi pengusaha bengkel membuat pembukuan sesuai ketentuan yang berlaku, untuk mengetahui arus keuangan dan mempermudah mereka menghitung, setor, dan lapor pajak.
Jenis pengenaan pajak yang pertama adalah pemotongan PPh Pasal 21 yang dikenakan atas gaji, honor, bonus, THR, atau penghasilan lainnya kepada karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, jasa bengkel juga akan dipotong PPh Pasal 21 atas jasa yang diberikan jika bengkel dijalankan oleh wajib pajak pribadi.
