PajakOnline.com—Perekonomian Indonesia terus membaik. Berbagai intervensi ekonomi telah dilakukan melalui perbaikan berbagai kebijakan dalam mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan. Leading indicator menunjukkan perbaikan di bulan Maret sesuai ekspektasi sebagai efek dari penerapan PSBB di awal pandemi, antara lain terlihat pada Indeks Penjualan Ritel (RSI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Penjualan Mobil, Konsumsi Listrik, Google Mobility, PMI, serta Ekspor-Impor.
Hal ini tak lepas dari kerja keras APBN yang dikelola secara optimal dan akuntabel. Pemerintah terus mendorong belanja produktif dan mempercepat pembiayaan investasi seiring dengan membaiknya penerimaan negara.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa April 2021 pada Kamis (22/4/2021). Selain itu, Pemerintah juga terus memperkuat sektor kesehatan melalui percepatan vaksinasi dan penerapan PPKM, serta mengakselerasi kinerja dan produktivitas ekonomi melalui stimulus di berbagai sektor. Demikian disampaikan pada publikasi APBN Kita edisi April 2021.
Sinyal pemulihan ekonomi terus berlanjut seiring perluasan pemberian vaksin dan kebijakan PPKM yang terkendali. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2021 menguat, terealisasi sebesar 93,4, dan merupakan yang tertinggi sejak Desember 2020.
Aktivitas konsumsi masyarakat juga menunjukkan perbaikan, dan diperkirakan akan terus menguat pada Kuartal 2 2021, terutama konsumsi makanan dan minuman, informasi dan transportasi, pakaian, serta perlengkapan rumah tangga dan rekreasi.
Pemberian insentif pajak atau diskon PPnBM DTP Kendaraan Bermotor berdampak signifikan terhadap penjualan dan produksi mobil, yang diharapkan dapat mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga kelas menengah dan masyarakat secara menyeluruh.
Selanjutnya, konsumsi listrik pada bulan Maret 2021 mengalami pembalikan arah dari negatif 4,0 persen (yoy) menjadi 3,3 persen (yoy). Perbaikan tersebut terjadi di semua sektor, khususnya sektor industri yang tumbuh di zona positif, yang semakin memperkuat adanya sinyal pemulihan ekonomi secara menyeluruh.
Seiring dengan hal tersebut, kinerja PMI Manufaktur terus menguat, tercatat pada angka 53,2 di bulan Maret 2021, meningkat dari level 50,9 di Februari 2021. Realisasi tersebut menunjukkan ekspansi selama lima bulan berturut-turut dan merupakan yang tertinggi sejak April 2011.
Bersambung.

































