Jakarta, PajakOnline — Pemerintah memperkuat strategi pengumpulan penerimaan perpajakan dengan menutup celah kebocoran pajak dan bea cukai. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan peningkatan efisiensi pengumpulan penerimaan menjadi salah satu fokus pemerintah menghadapi target fiskal 2027.
Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah pemeriksaan terhadap wajib pajak badan yang bergerak di sektor industri baja. Pemerintah menilai pengawasan terhadap sektor-sektor dengan aktivitas ekonomi besar perlu dilakukan untuk memastikan kewajiban perpajakan telah dipenuhi secara optimal.
"Kuncinya sekarang adalah peningkatan efisiensi pengumpulan pajak dan bea cukai. Kita hindari kebocoran-kebocoran yang signifikan ke depan,” kata Menkeu Purbaya, dikutip Selasa (1/9/2026).
Penguatan pengawasan tersebut dilakukan ketika kinerja penerimaan negara menunjukkan perbaikan. Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara hingga semester I 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun, atau 46,3% dari target APBN.
Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun, setara 44,1% dari target APBN dan tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus penerimaan pajak, pertumbuhannya mencapai 24,6% secara tahunan. Menteri Keuangan menilai perkembangan tersebut menunjukkan reformasi perpajakan mulai memberikan hasil positif.
Industri Baja Jadi Perhatian
Purbaya secara khusus menyebut industri baja sebagai salah satu sektor yang akan mendapat perhatian lebih dalam pengawasan perpajakan. Pemeriksaan ditujukan untuk memastikan aktivitas ekonomi dan transaksi perusahaan telah tercermin secara benar dalam kewajiban perpajakannya.
