PajakOnline.com—APBN Kerja Keras melalui Belanja Negara yang didukung juga oleh program pemulihan ekonomi dan menjaga dampak adanya ketidakpastian. Realisasi Belanja Negara hingga akhir Juli 2022 mencapai Rp1.444,8 triliun atau 46,5% target APBN sesuai Perpres 98/2022 (Pagu).
Belanja Pemerintah Pusat (BPP) melanjutkan pertumbuhan positif didorong belanja non K/L untuk penyaluran subsidi, kompensasi BBM dan listrik, dan pembayaran pensiun serta jamkes ASN. Realisasi BPP sampai dengan Juli 2022 mencapai Rp1.031,2 triliun (44,8% dari Pagu).
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Laporan APBN Kita Edisi Agustus 2022, dikutip PajakOnline.com. Belanja KL sebesar Rp490,7 triliun (51,9% dari Pagu), utamanya dimanfaatkan untuk belanja pegawai termasuk THR dan Gaji ke-13, kegiatan operasional K/L, pengadaan peralatan/ mesin, jalan, jaringan, irigasi serta penyaluran berbagai bansos dan program PEN ke masyarakat.
Sementara realisasi Belanja Non-KL mencapai Rp540,6 triliun (39,9% dari Pagu) utamanya didukung penyaluran subsidi, kompensasi BBM dan listrik, dan pembayaran pensiun (termasuk THR dan Pensiun ke-13) serta jaminan kesehatan ASN.
