PajakOnline.com—Sertifikasi pajak merupakan pelatihan perpajakan yang dilakukan untuk melatih para profesi perpajakan. Sertifikasi pajak ini dapat berupa pelatihan terkait perpajakan yang dinamakan brevet dan dapat juga berupa pelatihan berupa tes bagi para peserta yang ingin mengambil profesi konsultan pajak atau dikenal sebagai Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP).
Sementara itu, sertifikasi pajak berupa brevet merupakan suatu program kursus atau bimbingan dan latihan soal-soal perpajakan yang diadakan oleh tim pengajar yang profesional di bidang pajak untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan terkait perpajakan dalam tingkatan tertentu dan waktu yang telah ditentukan.
Berikut ini jenis tingkatan sertifikasi pajak berupa brevet, antara lain:
1. Brevet A
Jenis pertama yakni brevet A, materi pajak yang dipelajari diantaranya yaitu Pajak Penghasilan Orang Pribadi, Pajak Penghasilan Pasal 21, Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), bea meterai, Bea Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
2. Brevet B
Jenis selanjutnya membahas materi yang berkaitan dengan jenis brevet A. Materi yang dibahas yaitu tentang Pajak Penghasilan Badan, pemeriksaan dan penyidikan pajak, akuntansi pajak, pengisian SPT PPN, pengisian SPT PPh elektronik, PPN 1111 dan 1107, Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak Penghasilan Pasal 15, Pajak Penghasilan Pasal 23, Pajak Penghasilan Pasal 25, Pajak Penghasilan Pasal 26, Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2 dan sebagainya.
3. Brevet A dan B Terpadu
Seperti namanya, brevet pajak A dan B merupakan jenis brevet pajak yang membahas materi yang dibahas pada jenis brevet pajak A dan brevet pajak B karena materi saling berkaitan.
4. Brevet C
Perlu diperhatikan pada jenis brevet ini, peserta harus dinyatakan lulus terlebih dahulu pada brevet pajak A dan brevet pajak B. Namun ada beberapa penyedia kursus brevet yang membolehkan tetap dapat mengikuti langsung ke tahap brevet pajak C jika peserta memiliki pengalaman pendidikan pajak, akuntansi atau ekonomi. Materi yang dibahas pada brevet ini yaitu transfer pricing, manajemen pajak, pajak internasional dan lain-lain.
Sertifikasi Pajak Berupa USKP
Konsultan pajak merupakan orang/ badan yang memberikan jasa konsultasi perpajakan kepada wajib pajak dalam rangka melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Konsultan pajak berhak untuk memberikan jasa konsultasi di bidang perpajakan sesuai dengan batasan tingkat keahliannya, yaitu:
1. Sertifikat Konsultan Pajak tingkat A: memberikan jasa di bidang perpajakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya, kecuali Wajib Pajak yang berdomisili di negara yang mempunyai persetujuan penghindaran pajak berganda dengan Indonesia.
2. Sertifikat Konsultan Pajak tingkat B: memberikan jasa di bidang perpajakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya, kecuali kepada Wajib Pajak penanaman modal asing, Bentuk Usaha Tetap, dan Wajib Pajak yang berdomisili di negara yang mempunyai persetujuan penghindaran pajak berganda dengan Indonesia
3. Sertifikat Konsultan Pajak tingkat C: memberikan jasa di bidang perpajakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya dalam ruang lingkup perpajakan internasional. (Azzahra Choirrun Nissa)
































