PajakOnline.com—Dirjen Pajak Suryo Utomo mengungkapkan, sudah ada 2.587 Wajib Pajak yang melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan 2022 dalam kurun waktu 1 Januari hingga 3 Januari 2023. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengimbau, seluruh Wajib Pajak agar segera melaporkan SPT tahunan 2022 lebih awal untuk mengantisipasi adanya kendala dan menghindari sanksi denda keterlambatan atau karena telat lapor SPT Tahunan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Terkait dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), SPT tahunan adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
Dengan sistem perpajakan self assessment yang diadopsi Indonesia, pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada Wajib Pajak untuk mendaftarkan, menghitung, membayar, dan melaporkan SPT tahunan secara mandiri.
SPT tahunan bukan hanya menjadi wadah untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak atas penghasilan saja, melainkan juga untuk melaporkan objek pajak dan atau bukan objek pajak, serta harta dan kewajiban sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Untuk memberikan kepercayaan, pemerintah tetap mengatur denda bagi Wajib Pajak yang terlambat melaporkan SPT tahunan. DJP juga memiliki kewenangan untuk menguji kepatuhan material terhadap SPT tahunan yang dilaporkan itu.
Batas akhir penyampaian SPT tahunan Wajib Pajak orang pribadi paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak, yakni 31 Maret 2023. Sementara itu, pelaporan SPT tahunan Wajib Pajak badan paling lambat 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak, yakni 30 April 2023.
Penyampaian SPT tahunan yang terlambat akan dikenai sanksi administrasi berupa denda. Bagi Wajib Pajak orang pribadi denda dikenakan sebesar Rp100 ribu, sedangkan Wajib Pajak badan dikenakan sebesar Rp1 juta.
Begini cara melaporkan SPT Tahunan
Wajib Pajak dapat melakukan pelaporan SPT tahunan secara manual ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar maupun secara online melalui e-Filing atau e-Form.
Wajib Pajak yang baru terdaftar dan ingin melaporkan SPT tahunan secara online, diharuskan mempunyai electronic filing identification number (EFIN) terlebih dahulu. EFIN bisa didapatkan dari KPP terdaftar. Bila sudah memiliki, namun Wajib Pajak lupa, maka EFIN bisa didapatkan kembali dengan menghubungi Kring Pajak (1500200) atau mendatangi langsung KPP terdaftar. Selain itu, bagi Wajib Pajak orang pribadi karyawan, juga memerlukan bukti potong pajak dari pemberi kerja sebelum mengisi SPT tahunan.
