PajakOnline.com— Indonesia masih impor bawang putih kurang lebih 400 hingga 500 ribu ton pertahun.Melihat kondisi itu, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi dan Wakil Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy membahas pengembangan bawang putih khususnya yang ada di kaki Gunung Rinjani.
Harapannya, dengan pengembangan itu Lombok Timur sebagai sentra utama pengembangan bawang putih nasional semakin maksimal.
"Kita itu masih impor 400 ribu sampai 500 ribu pertahun, kita kalau bisa buat sentra bawang putih di Lombok Timur, ini bisa jadi memenuhi kebutuhan," kata Budi Arie.
Sementara itu, Sukiman Azmy memaparkan masalah yang sedang dihadapi petani bawang putih, selama ini masih membutuhkan offtaker yang menyerap seluruh hasil produksi dari masyarakat di kaki gunung Rinjani tersebut.
"Masalah offtaker kita urus nanti, nanti saya bilang ke Dirut BRI biar diurus, yang penting itu ada kemauan dari masyarakatnya itu sendiri," kata Budi Arie.
Selain persoalan bawang putih, Wamen Budi Arie dan Sukiman Azmy juga membahas potensi pariwisata. Pasalnya, di Lombok Timur sangat banyak wilayah yang memiliki potensi wisata khususnya wisata alam dan wisata budaya.
