TRENDING
Prabowo Ingatkan TNI: Ancaman Indonesia Kini Tak Hanya Perang Fisik, Siber hingga NarkotikaDJP Siapkan Strategi Kejar Setoran Pajak Rp2.593 Triliun Tahun DepanDJP Mutasi dan Kukuhkan 1.834 Pegawai, Pelantikan Hari IniRupiah Anjlok, Cadangan Devisa Turun, BI Menjadi Mesin Utang Luar NegeriPemerintah dan BI Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter, Lima Pilar Jadi Fokus Jaga EkonomiPengawasan Transaksi Properti Makin KetatDJP Perketat Pengawasan Pajak hingga Akhir 2026Penerimaan Pajak Jakarta Barat Capai Rp58,28 TriliunKapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda BergantiDJP Terbitkan 454.377 SP2DK hingga September 2026PTKP Bisa Naik 2027, DJP Siapkan Strategi Perluas Basis PajakTax Goes to Campus, DJP Banten Tingkatkan Kesadaran Pajak Generasi Muda UPHDJP Terus Kejar Pajak Orang KayaPemajakan Marketplace Dimajukan Jadi 1 Oktober, Begini Alasan DJPHari Ini Sertijab Kapolri Baru dan Pelepasan Listyo SigitKPK Periksa Pegawai Adaro dan Dua Pegawai Pajak, Uang Lebih dari Rp1 Miliar DisitaPrabowo Ingatkan TNI: Ancaman Indonesia Kini Tak Hanya Perang Fisik, Siber hingga NarkotikaDJP Siapkan Strategi Kejar Setoran Pajak Rp2.593 Triliun Tahun DepanDJP Mutasi dan Kukuhkan 1.834 Pegawai, Pelantikan Hari IniRupiah Anjlok, Cadangan Devisa Turun, BI Menjadi Mesin Utang Luar NegeriPemerintah dan BI Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter, Lima Pilar Jadi Fokus Jaga EkonomiPengawasan Transaksi Properti Makin KetatDJP Perketat Pengawasan Pajak hingga Akhir 2026Penerimaan Pajak Jakarta Barat Capai Rp58,28 TriliunKapolri Suyudi Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda BergantiDJP Terbitkan 454.377 SP2DK hingga September 2026PTKP Bisa Naik 2027, DJP Siapkan Strategi Perluas Basis PajakTax Goes to Campus, DJP Banten Tingkatkan Kesadaran Pajak Generasi Muda UPHDJP Terus Kejar Pajak Orang KayaPemajakan Marketplace Dimajukan Jadi 1 Oktober, Begini Alasan DJPHari Ini Sertijab Kapolri Baru dan Pelepasan Listyo SigitKPK Periksa Pegawai Adaro dan Dua Pegawai Pajak, Uang Lebih dari Rp1 Miliar Disita
PajakOnline
BerandaBerita Pajak
Kalkulator PajakHubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua beritaBerita

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026, Menkeu Suahasil Jaga Momentum Pertumbuhan

· · pajakonline.com

Oleh: Eka L. Prasetya, Pemimpin Redaksi PajakOnline

Jakarta, PajakOnline ­— Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026 menumbuhkan optimisme. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional tetap ekspansif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp3.576,2 triliun.

Secara kuartalan, ekonomi Indonesia tumbuh 3,73 persen dibandingkan triwulan I 2026. Sementara secara kumulatif, ekonomi semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan semester I 2025.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi salah satu komponen dengan pertumbuhan paling tinggi. Konsumsi pemerintah pada triwulan II 2026 tumbuh 15,97 persen yoy.

Pertumbuhan tersebut ikut menopang aktivitas ekonomi melalui peningkatan belanja pemerintah dan berbagai program prioritas nasional.

BPS mencatat konsumsi rumah tangga juga tetap menjadi komponen penting dalam menopang permintaan domestik, sementara investasi dan aktivitas perdagangan turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan 12,26 persen secara kuartalan pada triwulan II 2026.

Sementara jika dibandingkan dengan triwulan II 2025, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Pengadaan Listrik dan Gas, yang tumbuh 10,81 persen yoy.

Pada semester I 2026, lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 11,83 persen.

Jawa Masih Menjadi Motor Ekonomi

Secara spasial, Pulau Jawa masih menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.

BPS mencatat Jawa memberikan kontribusi 56,47 persen terhadap struktur ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026. Ekonomi kawasan tersebut tumbuh 5,65 persen yoy.

Besarnya kontribusi Jawa menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih terkonsentrasi di kawasan tersebut, meskipun pertumbuhan ekonomi juga berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.

Suahasil Nazara Kini Menteri Keuangan

Perkembangan ekonomi tersebut kini berada di bawah kepemimpinan fiskal yang baru.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Keuangan.

Dalam pernyataan setelah pelantikannya, Suahasil menegaskan bahwa arahan Presiden adalah menjaga keuangan negara, termasuk kesehatan dan kredibilitas APBN.

“Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” kata Suahasil.

Suahasil juga menyampaikan komitmennya agar APBN tetap mampu menjalankan fungsi sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian.

Kinerja Ekonomi Tetap Resilien

Dalam perkembangan terbaru, Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap resilien di tengah gejolak global.

Menkeu Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita (Kinerja dan Fakta) yang juga diikuti redaksi PajakOnline pada Edisi September 2026 menyampaikan, kinerja ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan.

Pada saat yang sama, pemerintah berupaya menjaga kredibilitas fiskal dan memastikan APBN tetap berfungsi sebagai instrumen untuk mendukung perekonomian.

Kemenkeu juga melaporkan bahwa kinerja APBN hingga Agustus 2026 tetap berjalan sesuai jalur. Pemerintah menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Tantangan Memasuki Semester II

Pertumbuhan 5,29 persen pada triwulan II dan 5,45 persen pada semester I menjadi modal memasuki paruh kedua 2026. Namun, perkembangan ekonomi global, perdagangan internasional, harga komoditas, nilai tukar, serta kondisi keuangan global tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Pergantian Menteri Keuangan juga menjadi konteks penting dalam pengelolaan ekonomi semester II. Dengan Suahasil Nazara kini memimpin Kementerian Keuangan, sekarang perhatian tidak hanya tertuju pada menjaga laju pertumbuhan, tetapi juga mempertahankan kesehatan, kredibilitas, dan efektivitas APBN.

*****