Oleh Eka L. Prasetya, Presidium Journalist Club
Pemimpin Redaksi PajakOnline
Ketegangan geopolitik di sekitar Iran kembali meningkat. Dunia mungkin melihatnya sebagai konflik regional di Timur Tengah, tetapi dampaknya berpotensi jauh melampaui kawasan tersebut.
Dalam konteks ekonomi global yang masih rapuh, eskalasi terhadap Iran bukan sekadar isu keamanan melainkan ancaman terhadap stabilitas energi dan pertumbuhan dunia.
Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya tidak berada di garis depan konflik. Namun dalam sistem ekonomi global yang saling terhubung, dampak perang tidak mengenal batas geografis.
Iran berada dekat Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi nadi distribusi energi global. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati perairan sempit ini. Setiap gangguan, bahkan dalam bentuk peningkatan tensi militer atau bahkan penutupan jalur, berpotensi memicu lonjakan harga minyak.
Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pasar energi sangat sensitif terhadap ketidakpastian. Harga minyak bisa melonjak bukan hanya karena gangguan fisik, tetapi karena persepsi risiko.
Bagi Indonesia, kenaikan harga minyak berarti tekanan pada subsidi energi, inflasi yang meningkat, serta potensi pelemahan nilai tukar rupiah. Bagi negara-negara berkembang lain, dampaknya bisa lebih berat lagi, mulai dari defisit anggaran hingga gejolak sosial akibat kenaikan harga pangan dan transportasi.
Eskalasi militer jarang berhenti pada satu titik. Sejarah membuktikan bahwa konflik di Timur Tengah sering melibatkan aktor proksi, kekuatan regional, hingga negara-negara besar.
Ketidakpastian ini membuat pasar keuangan global bereaksi cepat dan terkadang berlebihan. Kenaikan harga energi dapat mendorong inflasi global, memperumit kebijakan suku bunga bank sentral, serta memperlambat pemulihan ekonomi pascapandemi dan krisis geopolitik sebelumnya.
Dunia saat ini belum sepenuhnya pulih dari tekanan rantai pasok dan volatilitas pasar. Menambah konflik besar baru hanya akan memperbesar risiko sistemik. Dalam situasi seperti ini, stabilitas menjadi aset paling berharga.
