Kamis, 21 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
NEWSLETTER
PajakOnline.com
 
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
  • Login
  • Daftar
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
PajakOnline.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil

India dan Pakistan Perang, Konflik Geopolitik Global Memanas

Redaksi PajakOnline oleh Redaksi PajakOnline
7 Mei 2025
in Berita, Business, Headlines, Sorotan
9.9k 100
0
India dan Pakistan Perang, Konflik Geopolitik Global Memanas

Sumber Foto: AFP.

8k
Dibagikan
10k
Dilihat
Share on FacebookShare on XShare on Whatsapp

PajakOnline | Perang antara Rusia dan Ukraina, Israel dan Palestina masih berkecamuk. Kini, India dan Pakistan berperang. Konflik geopolitik semakin memanas di tengah ketidakpastian perekonomian global yang muram. India resmi menyerang Pakistan hari ini Rabu (7/5/2025) dini hari melalui serangan udara, menewaskan 36 orang, yang 26 di antaranya adalah warga sipil.

Hal tersebut disampaikan juru bicara militer Pakistan dalam pernyataannya dilansir AFP. Serangan India ini merupakan respons balasan terhadap penembakan mematikan terhadap wisatawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada April 2025 lalu.

Pemerintah India mengklaim serangan tersebut merupakan operasi presisi terhadap sembilan lokasi yang disebut mereka sebagai kamp-kamp kelompok bersenjata di wilayah Kashmir Pakistan.

“Pembalasan telah dimulai. Kami tidak akan butuh waktu lama untuk menuntaskan masalah,” kata Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, dalam wawancara dengan AFP.

Dia menyatakan, Perdana Menteri India, Narendra Modi, melancarkan serangan ini dengan tujuan untuk meningkatkan popularitas politiknya di dalam negeri. Serangan balasan Pakistan Militer Pakistan melaporkan bahwa serangan India menargetkan lima lokasi berbeda, termasuk tiga di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, serta dua lainnya di Bahawalpur dan Muridke, wilayah padat penduduk di Provinsi Punjab.

Baca Juga:

Setoran Pajak Kripto Capai Rp2,03 Triliun hingga April 2026

Penerimaan Pajak Digital Capai Rp52,04 Triliun sampai April 2026

Pajak Jadi Tulang Punggung Fiskal dan Penerimaan Negara

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I-2026

Komik: Triple Krisis Struktural Ekonomi Indonesia

Ledakan besar terdengar setelah serangan, menurut koresponden AFP di Kashmir dan Punjab, wilayah di bawah kendali Pakistan. Tak lama setelah itu, India menuduh Pakistan melakukan serangan artileri lintas batas di sepanjang Garis Kontrol (LoC), yang merupakan perbatasan de facto di Kashmir.

Ledakan tersebut juga terdengar oleh koresponden AFP yang berada di lokasi. Ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara ini mengingatkan konflik panjang yang sudah berlangsung antara India dan Pakistan.

Sejak kedua negara merdeka dari Inggris pada 1947, mereka terlibat beberapa peperangan yang memperburuk hubungan bilateral.

Serangan ini berawal dari insiden 22 April di Pahalgam, kawasan wisata terkenal di Kashmir yang dikuasai India, ketika 26 orang—mayoritas wisatawan pria—tewas ditembak oleh sekelompok orang bersenjata.

Pemerintah India menuding kelompok militan Lashkar-e-Taiba, yang berbasis di Pakistan, sebagai pelaku serangan tersebut. Lashkar-e-Taiba sendiri telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun, hingga kini belum ada pihak yang secara resmi mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pakistan membantah tuduhan , meski pertempuran bersenjata lintas batas terus terjadi setiap malam sejak 24 April.

Militer India juga melaporkan bahwa Pakistan telah melakukan dua kali uji coba rudal sejak ketegangan memuncak. Dengan meningkatnya ketegangan, masyarakat internasional pun mulai mendorong agar kedua negara segera menahan diri dan meredakan konflik.

Ancaman Perang Nuklir, Hentikan Perang

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa dunia tidak mampu menanggung konfrontasi militer antara India dan Pakistan. Diketahui, dua negara bertikai tersebut memiliki persenjataan nuklir.
Ia juga menyampaikan seruan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres agar kedua negara menahan diri semaksimal mungkin.

Kekuatan militer India dan Pakistan masuk dalam 15 besar terbaik di dunia. India ada di peringkat 4 sementara Pakistan di urutan 12. Rangking mereka di atas Indonesia yakni 13.

Selain itu, yang amat berbahaya, India dan Pakistan memiliki senjata nuklir. Menurut Arms Control Center, India menjadi negara berkekuatan nuklir pada tahun 1974, dan Pakistan menjadi negara berkekuatan nuklir pada tahun 1998.

Tidak ada satu pun negara yang menggunakan senjata nuklir dalam konflik, tetapi banyak ahli khawatir bahwa krisis yang sedang berlangsung dapat meningkat melampaui penggunaan senjata konvensional.

India memiliki sekitar 164 hulu ledak nuklir, dan memiliki kemampuan nuklir berbasis darat, laut, dan udara. Negara tersebut telah mendeklarasikan kebijakan “No First Use”, yang berarti mereka telah bersumpah untuk tidak pernah menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dalam suatu konflik. Namun, pada Agustus 2019, India mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan kembali kebijakan ini.

Sementara itu, Pakistan memiliki sekitar 170 hulu ledak nuklir. Jumlah ini melebihi proyeksi yang dibuat oleh Badan Intelijen Pertahanan AS pada tahun 1999 bahwa Pakistan akan memiliki 60-80 hulu ledak pada tahun 2020. Jika tren pertumbuhan saat ini berlanjut, persenjataan Pakistan dapat tumbuh menjadi 220 hingga 250 hulu ledak pada tahun 2025. Pakistan menyimpan hulu ledak nuklirnya secara terpisah dari rudalnya dan hanya akan merakit satu jika akan digunakan.

Tidak seperti India, Pakistan belum mendeklarasikan kebijakan No First Use.
Arms Control Center menyebutkan prediksinya, jika senjata nuklir mereka digunakan, maka peperangan tersebut dapat membunuh 20 juta orang dalam seminggu, dampaknya hampir 2 miliar orang di negara berkembang akan berisiko mati karena kelaparan. Oleh karena itu, perang India dan Pakistan harus segera dihentikan.

Bagikan3200Tweet2000Kirim

Baca Berita

Tidak ada konten
Muat berita lainnya

Member of

Mars Tax Payer Community

https://www.pajakonline.com/wp-content/uploads/2023/09/Lagu-Mars-Patriot-Pajak-Tax-Payer-Community.mp3

Visit PajakOnline ke DJP

Jajaran pimpinan media PajakOnline bersilaturahmi dengan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Rosmauli, Selasa (11/11/2025) di Kantor Pusat DJP, Jakarta.

Alamat Kantor Pajak

PajakOnline Services

Untuk Layanan Advokasi, Konsultan Pajak, Pendampingan di Pengadilan Pajak, Anda dapat menghubungi konsultan kami melalui komunikasi HP/WA 0821-8078-1907.

Event

Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Tax Goes to Campus memberikan materi kesadaran pajak bagi mahasiswa./PajakOnline.com
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam acara Seminar Pajak bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)./PajakOnline.com
Tax Payer Community Goes to School di SMK Ksatria, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ketua Tax Payer Community Indonesia Abdul Koni dalam acara Arcadia Chat Room yang dipandu Host Syamsu Rizal memperingati Hari PajakNasional 2023./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bertema Pajak Patuh, Indonesia Cerah di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten, Selasa (11/3/2025)./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama Asperindo.
PajakOnline dalam Tax Payer Charter.
Tax Payer Community bersama Kanwil DJP Jakarta Barat.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni dalam materi Kesadaran Pajak./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama IWAPI Jakarta Timur./PajakOnline.com
Workshop PajakOnline bersama Pemprov DKI Jakarta.
Workshop PajakOnline bersama Perempuan Pemimpin Indonesia (Indonesia Women's Leader Association) atau Perpina, Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Workshop PajakOnline bersama Pengusaha Muda INTI (Indonesia-Tionghoa).
Workshop Meet-Up PajakOnline bersama Inge Diana Rismawanti: Peran Strategis Pengusaha Wanita Tingkatkan Penerimaan Pajak, Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan Selasa (6/12/2022).
Workshop PajakOnline bersama members.
Workshop PajakOnline bersama Perhimpunan Indonesia-Tionghoa.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni bersama Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)./PajakOnline.com

Tentang Kami

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Berita Pajak, kami melayani Jasa Konsultasi, Advokasi Perpajakan, Pembuatan SPT, Pembukuan, dan Lain-lain. Hubungi HP/WA: 0821-8078-1907

Kita Bangga dapat berpartisipasi dalam pemerataan pembangunan nasional dan bantuan sosial.

Member of

PajakOnline.com adalah media berbasis komunitas pembayar pajak yang berhimpun dalam Masyarakat Pembayar Pajak Indonesia (Tax Payer Community). Pajak adalah gaya hidup. Membayar pajak menjadi Kebanggaan kita bersama.

 

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Pusat Data
    • Peraturan Pajak
    • Putusan
    • Tax Treaty
    • Alamat Kantor Pajak
    • Kurs Pajak
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi PajakOnline

© Since 2006 Media PajakOnline. All rights reserved.