PajakOnline.com—Kementerian Keuangan telah mengeluarkan kebijakan insentif perpajakan untuk mendukung kalangan dunia usaha menghadapi wabah Corona atau Covid-19. Pemerintah dengan APBN melindungi masyarakat yang penghasilannya berkurang atau hilang akibat Covid-19, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Seperti dilansir di laman Kementerian Keuangan, ada beberapa kebijakan pemerintah bersama BI dan OJK yang telah diputuskan. Antara lain, penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak Covid-19 selama 6 bulan.
Pemberian keringanan dan atau penundaan pembayaran kredit atau leasing sampai dengan Rp10 miliar, termasuk untuk UMKM dan pekerja informal, maksimal 1 tahun. Restrukturisasi kredit melalui peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar, dapat diterapkan Bank tanpa batasan plafon kredit.
Anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun untuk 5,6 juta orang yang terkena PHK dan pelaku UMKM yang terdampak Covid-19. Penerima manfaat menerima insentif pasca pelatihan Rp600 ribu, dengan biaya pelatihan Rp1 juta dan insentif survei kerja Rp150 ribu.
