PajakOnline.com—PT Pertamina International Shipping (PIS) mengantongi empat transaksi bisnis sekaligus dengan para perusahaan minyak dan gas bumi global. PIS mengamankan kerja sama bisnis untuk 4 kapal milik PIS yakni kapal Gas Walio, Gas Widuri, Gas Arjuna, dan Gas Ambalat.
Kapal gas Arjuna dan Ambalat disewa oleh SHV Gas Supply & Risk Management, Gas Walio disewa Geogas Trading S.A, dan Gas Widuri dicharter oleh Vitol S.A.
“Penandatanganan kerja sama ini menandakan keberhasilan agresivitas PIS ME dalam meningkatkan pendapatan di pasar internasional, sekaligus membuktikan keandalan armada-armada milik PIS yang memenuhi kualifikasi untuk berlayar di perairan skala global,” kata CEO PIS Yoki Firnandi dalam keterangannya, dikutip hari ini.
Sementara itu, total nilai transaksi untuk kerja sama 4 kapal tersebut mencapai hingga USD49,34 juta yang setara dengan Rp740,15 miliar. Jika mengacu dengan asumsi kurs dolar Rp15.000 per dolar AS dengan variasi durasi kontrak mulai dari 6 bulan hingga 3 tahun.
Selain itu, kerja sama tersebut juga berdampak positif terhadap bertambahnya rute-rute negara baru yang ditempuh oleh armada PIS di perairan internasional, seperti Chile, Puerto Rico, Republik Dominika, Tanzania, Polandia, dan Portugal.
Country Manager PIS ME Andra Palawi mengatakan selain sukses komersialisasi 4 kapal tersebut, PIS ME juga melakukan terobosan bisnis yang menambah pendapatan perusahaan.
“Untuk pertama kalinya, Pertamina melalui PIS ME melakukan kerjasama pool tanker dengan Neptune VLGC Pool melalui skema TC-syndication untuk 1 unit kapal VLGC masuk ke dalam pool. Di mana kapal-kapal PIS akan mendapatkan potensi bisnis persewaan kapal dengan tarif market internasional,” kata Andra.
Oleh karena itu, hingga kuartal II/2023, PIS ME berhasil mengantongi keuntungan sekitar USD865.000 atau setara dengan Rp12,97 miliar jika mengacu dengan asumsi kurs dolar Rp15.000 per dolar AS.(Kelly Pabelasary)

































