PajakOnline.com—Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyatakan sebanyak 2,18 juta wajib pajak sudah menyampaikan laporan SPT Tahunan 2023 hingga 31 Januari 2024, kemarin.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti mengungkapkan,
SPT Tahunan paling banyak disampaikan secara online. DJP pun telah memberikan bukti penerimaan surat (BPS) dan bukti penerimaan elektronik (BPE) kepada wajib pajak tersebut.
“Sampai dengan 31 Januari 2024, total sebanyak 2,18 juta SPT Tahunan 2023 yang sudah disampaikan atau tumbuh 27,40% dibanding periode yang sama tahun lalu,” kata Dwi, Kamis (1/2/2024).
Dwi mengimbau wajib pajak tidak menunda menyampaikan SPT Tahunan hingga batas akhir pelaporan. Dalam waktu dekat, lanjutnya, DJP akan mengirimkan email blast berisi imbauan menyampaikan SPT Tahunan kepada wajib pajak.
UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) mengatur batas akhir penyampaian SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi paling lambat 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 31 Maret 2024. Sementara, untuk SPT tahunan wajib pajak badan paling lambat 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak atau 30 April 2024.
Wajib pajak dapat melakukan pelaporan SPT Tahunan secara manual maupun online, yakni melalui e-filing atau e-form. Kepada wajib pajak yang baru terdaftar dan ingin melaporkan SPT Tahunan secara online, diharuskan memperoleh electronic filing identification number (EFIN) terlebih dahulu.
Penyampaian SPT Tahunan yang terlambat akan dikenai sanksi administrasi berupa denda. Denda terlambat melaporkan SPT Tahunan orang pribadi Rp100.000, sedangkan wajib pajak badan Rp1 juta.