TRENDING
Pemerintah Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4–5,5 Persen pada 2026, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangDJP dan Kejaksaan Hentikan Penuntutan Pidana Pajak melalui Denda Damai Rp533,49 JutaEmpat Marketplace Mulai Pungut PPh Pasal 22 Sebesar 0,5 Persen, Pedagang Online Wajib Perhatikan OmzetUngkap Motif dan Aktor Intelektual Penyadapan PresidenPemerintah Masih Kaji Pajak Digital QRISIndonesia Perkuat Pertukaran Data Pajak Global, DJP Siap Akses Informasi Perusahaan Multinasional Mulai Tahun DepanDJP Tunjuk Tiga Pemungut PPN PMSE BaruDJP Siapkan Penambahan Pemungut PPN Digital Luar Negeri, Enam Lembaga Keuangan Sudah DitunjukDJP Beri Pengurangan Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Wajib Pajak Harus Ajukan Lewat CoretaxMenkeu Tegaskan Dompet Digital dan Transfer Uang Tak Otomatis Kena PPNPolri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi sebagai Tersangka Penyadapan Presiden PrabowoDJP Perluas Pengawasan Transaksi Digital Luar Negeri, Cegah Pemungutan PPN BergandaKunjungan Wisatawan Mancanegara 12,01 Juta hingga September 2026, Pariwisata Indonesia Terus TumbuhEkonomi Indonesia Menguat, Optimistis Momentum Pertumbuhan di Tengah Tekanan GlobalBukan Pajak Baru, Pungutan PPN Hanya untuk Transaksi Barang dan Jasa Digital Luar NegeriBEI Evaluasi Insentif Pajak Emiten, Tarif PPh Badan 19 Persen Jadi Daya Tarik Perusahaan Melantai di BursaPemerintah Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4–5,5 Persen pada 2026, Konsumsi dan Investasi Jadi PenopangDJP dan Kejaksaan Hentikan Penuntutan Pidana Pajak melalui Denda Damai Rp533,49 JutaEmpat Marketplace Mulai Pungut PPh Pasal 22 Sebesar 0,5 Persen, Pedagang Online Wajib Perhatikan OmzetUngkap Motif dan Aktor Intelektual Penyadapan PresidenPemerintah Masih Kaji Pajak Digital QRISIndonesia Perkuat Pertukaran Data Pajak Global, DJP Siap Akses Informasi Perusahaan Multinasional Mulai Tahun DepanDJP Tunjuk Tiga Pemungut PPN PMSE BaruDJP Siapkan Penambahan Pemungut PPN Digital Luar Negeri, Enam Lembaga Keuangan Sudah DitunjukDJP Beri Pengurangan Sanksi Pajak hingga 100 Persen, Wajib Pajak Harus Ajukan Lewat CoretaxMenkeu Tegaskan Dompet Digital dan Transfer Uang Tak Otomatis Kena PPNPolri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi sebagai Tersangka Penyadapan Presiden PrabowoDJP Perluas Pengawasan Transaksi Digital Luar Negeri, Cegah Pemungutan PPN BergandaKunjungan Wisatawan Mancanegara 12,01 Juta hingga September 2026, Pariwisata Indonesia Terus TumbuhEkonomi Indonesia Menguat, Optimistis Momentum Pertumbuhan di Tengah Tekanan GlobalBukan Pajak Baru, Pungutan PPN Hanya untuk Transaksi Barang dan Jasa Digital Luar NegeriBEI Evaluasi Insentif Pajak Emiten, Tarif PPh Badan 19 Persen Jadi Daya Tarik Perusahaan Melantai di Bursa
PajakOnline
Beranda
Berita Pajaknews
Hubungi KamiKebijakan Privasi
← Semua berita

Headlines

Tanpa Tarif Baru, Pemerintah Fokus Perluas Basis Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak

· ·

Tanpa Tarif Baru, Pemerintah Fokus Perluas Basis Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak

Jakarta, PajakOnline - Pemerintah menegaskan peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak menjadi salah satu fokus utama kebijakan fiskal pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi administrasi perpajakan, penguatan pengawasan, serta pemanfaatan teknologi tanpa menaikkan tarif pajak baru.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menerangkan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan kebutuhan belanja negara dapat dipenuhi dari penerimaan yang lebih optimal.

“Kita akan terus memastikan defisit APBN berada di bawah 3 persen. Pertanyaannya adalah bagaimana penerimaan ini terus didongkrak agar kebutuhan belanja dapat ditutup dari penerimaan yang ada,” kata Juda dalam forum Outlook Economic 2026 di Jakarta.

Target rasio pajak meningkat

Pemerintah menargetkan rasio pajak (tax ratio) pada kisaran 11–12 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026. Target tersebut diharapkan tercapai tanpa kebijakan kenaikan tarif pajak yang berpotensi menekan aktivitas ekonomi.

Dalam dokumen kebijakan fiskal, penerimaan perpajakan tetap menjadi kontributor utama pendapatan negara. Oleh karena itu, pemerintah menempuh sejumlah strategi untuk memperluas basis pajak serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan penerimaan pajak, antara lain:

-Digitalisasi administrasi perpajakan

Pemerintah mempercepat implementasi sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi, termasuk sistem inti administrasi perpajakan (Coretax), untuk meningkatkan efisiensi layanan dan pengawasan.

-Penguatan pengawasan kepatuhan wajib pajak

Pengawasan dilakukan melalui analisis data, pemeriksaan berbasis risiko, serta penegakan hukum untuk meminimalkan praktik penghindaran pajak.

-Penutupan celah kebocoran penerimaan

Pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap praktik seperti under invoicing dalam perdagangan internasional yang dapat mengurangi potensi penerimaan negara.

-Reformasi pajak berlanjut

Selain memperkuat pengawasan dan digitalisasi, pemerintah juga berupaya memperluas basis pajak melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak berbasis data serta kerja sama antarinstansi.

Semuanya dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan penerimaan negara dan keberlanjutan iklim investasi.

Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis reformasi perpajakan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan tanpa menambah beban pajak bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Berita lainnya di Headlines