PajakOnline.com— Strategi penerimaan di sektor pajak tidak hanya dalam bentuk intensifikasi, tetapi juga ekstensifikasi. Demikian disampaikan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Ansar Ahmad saat pertemuan Tim Kunker Banggar DPR RI dengan jajaran Kementerian Keuangan,
Kakanwil DJP Kalsel, dan Kakanwil Bea Cukai Kalsel, di Banjarmasin, Kalsel, Senin (24/2/2020). Banggar DPR RI ingin mengetahui potensi penerimaan negara dari pajak dan kepabeanan di Kalsel.
Dia memaparkan, seperti halnya di Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang fokus mengembangkan industri rotan, Ansar berharap ada relaksasi kebijakan ekspor rotan guna menambah penerimaan negara.
"Jika rotan tersebut potensinya memang bagus, maka harus kita bicarakan regulasinya dengan Pemerintah Pusat untuk menjamin eksistensi kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Kalsel. Seperti aturan kuota untuk ekspor, agar tidak terjadi over supply yang dapat menurunkan nilai komoditi," kata Ansar seperti kami kutip dari laman DPR RI.
Meskipun potensi rotan di Kalsel tergolong besar, Ansar mendorong agar mulai saat ini masyarakat sudah memikirkan potensi apa yang bisa dijadikan unggulan di Kalsel ke depannya. Karena tidak selamanya rotan tersebut bisa dipertahankan, sehingga perlu dipikirkan sumber pendapatan pengganti.
Selain itu, Ansar juga menyoroti belum adanya Smelter batubara di Kalsel, padahal aktivitas pertambangan batubara sudah ada sejak dulu. Hal ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah agar mendorong perusahaan-perusahaan yang ada untuk membuat smelter. Karena saat ini sudah tidak dibolehkan mengekspor begitu saja bahan mentah ke luar negeri.
